Reading:
Trust, Apa saja Faktornya ?

Trust, Apa saja Faktornya ?

June 2, 2020

Trust adalah elemen penting dalam sebuah team work. Tanpanya kita pasti tidak mendapat kenyamanan dalam bekerja, yang ada hanyalah sikap waspada dan waspada dari tipu daya dan kecurigaan pada rekan kerja. Peforma terbaik dari sebuah tim hanya akan muncul ketika antar anggotanya terbangun trust yang kuat.

Lalu, ketika WFH seperti sekarang bagaimana cara kita meningkatkan trust? Atau setidaknya menjaganya selama bekerja tidak lagi secara tatap muka ?

Pertama kita perlu mengetahui dulu apa saja faktor yang membangun trust, ada 3 yaitu: ability, benevolence & integritas.

Ability
Mengacu pada kompetensi, kemampuan atau pengalaman. Orang yang kompeten cenderung lebih mudah dipercaya bukan? Oleh karena itu identifikasi apa kompetensi utamamu dalam tim, jadi meski WFH terus tingkatkan kompetensi tersebut.

Benevolence
Secara harfiah bisa diartikan sebagai sikap peduli pada sesama. Meski tak jumpa tatap muka tidak ada salahnya tetap menunjukan kepedulian pada rekan kerja. Banyak hal yang bisa dilakukan, misal menanyakan kabar via media sosial, mengirimkan makanan via aplikasi pesan antar dll.

Integritas
Mengacu pada seperangkat nilai yang diyakini dan diterapkan dalam kehidupan. Istilah mudahnya, adanya kesamaan antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakuka, tidak melakukan kecurangan, menjaga komitmen dll. Walau tidak bertatap muka, jangan pernah sekalipun melakukan perbuatan curang atau hal lain yang bisa menurunkan integritas kita di mata rekan kerja.

Dengan menjaga atau meningkatkan tiga hal tersebut, secara langsung akan meningkatkan kapasitas kita sebagai pihak yang bisa dipercaya. (Lw)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 2, 2020

Paradigma kepemimpinan masa depan

Setiap satu dekade ada perubahan paradigma kepemimpinan dalam dunia bisnis, kesiapan pemimpin dalam menangkap dan menerapkan paradigma tersebut menentukan keberhasilan organisasi survive menghadapi perubahan.

June 2, 2020

Belajar jadi Pemimpin Efektif, How?

Pepatah lama mengatakan, ketika sekumpulan kambing dipimpin oleh seekor harimau, maka kumpulan kambing tersebut akan menjadi segarang harimau. Kalau kata Nagabonar, seorang pengecut yang berprofesi sebagai copetpun akan turun ke medan laga dengan gagah berani ketika Jenderal Sudirman yang memimpin.

October 9, 2020

Mengapa sedikit perempuan di pucuk kepemimpinan?

Stereotip umum yang sering jadi alasan mengapa lebih sedikit perempuan duduk di puncak kepemimpinan organisasi ada tiga, yaitu: (1) mereka kurang cakap, (2) mereka kurang tertarik, (3) mereka cakap dan tertarik namun ada batas-batas tak terlihat yang menghambat.

by
Arrow-up