Reading:
Menjaga Motivasi

Menjaga Motivasi

June 3, 2020

Bekerja dalam tim yang terpisah oleh jarak menjadi tantangan tersendiri bagi para pelakunya. Contohnya mereka yang tergabung dalam riset antar negara, atau tim penjualan yang terpisah antar daerah. WFH yang saat ini diberlakukan oleh banyak perusahaan membuat semakin banyak pekerja merasakan bagaimana bekerja tanpa bisa tatap muka seperti biasanya.

Hilangnya kerja tatap muka tak jarang membawa efek samping, yaitu turunnya motivasi dalam bekerja. Banyak faktor penyebabnya, seperti tidak adanya senyum positif dari rekan dan atasan ketika mengawali kerja, tidak adanya pujian secara spontan ketika berhasil membuat kemajuan, termasuk tiadanya suport langsung dari rekan ketika banyak deadline harus diselesaikan.

Hal-hal tersebut di atas diakui atau tidak cukup memengaruhi semangat dalam bekerja. Lalu, bagaimana supaya motivasi kita tetap terjaga meski tidak ada rekan kerja dan atasan di dekat kita? Berikut beberapa hal yang bisa dicoba untuk menjaga motivasi selama WFH.

  1. Selalu buat progres pribadi
    Ketika kita berhasil membuat kemajuan, disadari atau tidak akan menambah percaya diri. Kemajuan adalah candu, sekali kita berhasil melakukannya secara bawah sadar kita akan mengejar kemajuan-kemajuan lain. Seperti belajar naik sepeda, saat berhasil mengayuh beberapa meter pertama, berikutnya kita akan mencoba dan mencoba lagi sampai bisa.
  2. Tentang setiap kekhawatiran
    Salah satu yang membuat kita merasa tertekan adalah kekhawatiran yang berlebihan. Selama di kantor mungkin kita bisa leluasa curhat ke rekan kerja, yang mana hal ini sulit didapatkan ketika WFH. Baiknya hadapi setiap kekhawatiran yang ada. Lakukan saja apa yang menurut kita harus, tidak perlu terbebani dengan feedback dari atasan. Toh kalaupun akhirnya mendapat feedback negatif karena salah langkah, kita akan mulai terbiasa. Lagi-lagi seperti belajar naik sepeda, awalnya takut jatuh, tapi begitu berkali-kali jatuh, ya tidak akan takut lagi pada jatuh.
  3. Lihat diri dari dalam
    Tidak jarang kita mengidentifikasi diri berdasar omongan dan respon dari orang lain. Kita menjadi cukup percaya diri ketika sebelumnya sering mendapat respon positif, sebaliknya akan mudah merasa inferior karena sering mendapat cemooh. Cobalah untuk belajar membiasakan melihat diri dari dalam. Beri apresiasi positif ketika diri kita mampu membuat sebuah kemajuan atau hal positif, tak perlu menunggu hal itu keluar dari orang-orang di luar diri kita. Selama bekerja secara WFH, tak perlu menunggu apresiasi dari rekan dan atasan untuk melihat bahwa diri kita berguna.

Bekerja secara jarak jauh (WFH) memang mengurangi interaksi, fisik dan emosional. Namun, jangan sampai hal tersebut mengurangi motivasi dan percaya diri kita. (Lw)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

October 21, 2020

Mengapa resign?

Tidak sedikit karyawan yang memanfaatkan waktu jedanya untuk bermain LinkedIn, diam-diam mencari peluang karir di tempat lain. Ada beberapa alasan mengapa seorang karyawan memutuskan untuk resign.

by
September 1, 2020

Tips evaluasi kinerja di tahun pendemi

Evaluasi kinerja adalah even yang biasa dilakukan di akhir tahun untuk mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah diraih dan apa saja yang masih perlu diperbaiki dalam suatu periode kerja organisasi.

June 4, 2020

Kualitas Pribadi yang Didamba Organisasi (1)

Sering ditemui, dimana seorang jebolan perusahaan tertentu begitu mudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sudah mendapat tawaran ketika masih menduduki posisi di tempat lama, alias di bajak. Dalam kasus lain, ada karyawan yang akan tetap dipertahankan perusahaan meski bisnis sedang tidak bagus.

Arrow-up