Reading:
Kualitas Pribadi yang Didamba Organisasi (2)

Kualitas Pribadi yang Didamba Organisasi (2)

June 5, 2020

Menurut teori locus of control (loc) manusia dibedakan menjadi dua, eksternal loc dan internal loc. Jika kamu merasa segala permasalahan hidup akibat sistem yang bermasalah, orang-orang sekitar yang berusaha menjegal dari belakang, norma masyarakat yang tidak jalan, dsb. Maka dirimu adalah tipe manusia eksternal. Namun bila kamu merasa permasalahan yang sedang menerpa saat ini adalah akibat kesalahan pribadi di masa lalu, ketidak-seriusan, kurangnya belajar, dsb. Maka kamu adalah manusia internal. Intinya, manusia eksternal adalah mereka yang menyalahkan keadaan (hal di luar diri) ketika ada permasalahan, sedangkan manusia internal adalah mereka yang langsung mengevaluasi diri alih-alih menyalahkan hal di luar diri ketika menghadapi permasalahan. Meskipun pada kenyataannya tidak ada manusia yang 100 % eksternal ataupun internal, yang ada adalah kecenderungan diantara keduanya.

Dalam dunia kerja atau kegiatan berorganisasi sering kita menemukan teman kerja atau bahkan diri kita sendiri, ketika target tidak terselesaikan dan mendapat teguran atasan, secara auto maka menilai si atasan yang bermasalah, rekan kerja yang tidak bisa diandalkan atau keadaan sedang tidak mendukung, tanpa mau melakukan evaluasi pada diri sendiri. Hati-hati, jika kamu merasa sebagai orang tipe tersebut, cepat atau lambat ada kemungkinan bakal disingkirkan atau minimal akan susah mendapatkan promosi jabatan. Daripada selalu menyalahkan keadaan ada baiknya kita memperbaiki diri, yakinlah ketika kualitas pribadi kita di atas rata-rata, seburuk apapun kondisi bisnis, kita akan menjadi andalan. Berikut beberapa kualitas pribadi yang baiknya kita bangun dalam diri supaya didamba oleh organisasi (berdasarkan buku John C. Maxwell, The 17 Essential Qualities of A Team Player).

  1. Mampu berkolaborasi
    Awal dari kemenangan adalah kemauan untuk bekerja sama. Satu keahlian sulit menyelesaikan permasalahan organisasi, tapi tidak untuk gabungan dari berbagai keahlian. Oleh karenanya, ketika wawancara kerja IPK tidak sepenuhnya menjadi faktor penentu, tapi pengalaman berorganisasi akan selalu menjadi pertimbangan di pewawancara.
  2. Mengutamakan solusi
    Organisasi/ perusahaan sebenarnya tidak menilaimu dari kecakapan dalam beralasan, tapi lebih kepada caramu memberikan solusi di tiap permasalahan. Mereka yang lebih banyak alasan ketika tidak mencapai target rata-rata lebih cepat diberhentikan.
  3. Haus belajar
    Setiap peningkatan kemampuan diri secara otomatis akan menjadi nilai tambah bagi tim kerja. Tidak masalah kita terlahir dengan IQ rata-rata, karena keberhasilan lebih ditentukan oleh kemauan dalam belajar. Semakin haus ilmu baru akan semakin ahli kamu, secara otomatis kamu disegani rekan dan semakin disayang atasan.
  4. Gigih
    Kegigihan adalah kunci di hampir setiap keberhasilan. Terkadang dengan kegigihan kita masih saja mendapat kegagalan, tapi tanpa kegigihan hampir mustahil permasalahan akan terselesaikan. Ingat, kita diepekerjakan karena ada permasalahan yang perlu diselesaikan dalam perusahaan.

(Lw)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 3, 2020

Menjaga Motivasi

Bekerja dalam tim yang terpisah oleh jarak menjadi tantangan tersendiri bagi para pelakunya. Contohnya mereka yang tergabung dalam riset antar negara, atau tim penjualan yang terpisah antar daerah.

December 8, 2020

Perilaku Curang itu Menular

Kecurangan bisa dilakukan oleh seorang karyawan yang awalnya dipandang memiliki kepribadian baik, apalagi di lingkungan dimana perilaku curang masih dianggap wajar dalam kadar tertentu.

by
December 1, 2020

Menggali Emas

Ada sebuah cerita, suatu kala ada seorang kakek yang mengkhawatirkan masa depan cucunya. Si cucu meskipun cukup cerdas namun memiliki kebiasaan ingin melakukan hal-hal secara instan.

by
Arrow-up