Reading:
Collective Leadership

Collective Leadership

June 11, 2020

Dalam peperangan, menang dan kalah bergantung pada keberadaan si pemimpin. Contohnya perang Jawa, yang berakhir begitu Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap dan diasingkan. Padahal selama lima tahun Belanda cukup kelimpungan dan hampir putus asa memadamkannya. Pemimpin adalah tokoh sentral dalam peperangan, demikian juga dalam bisnis, pada sebuah perusahaan. Di balik bisnis yang kokoh selalu ada pemimpin yang mumpuni. Di balik keberhasilan transformasi PT KAI ada pak Jonan, di Jawa Pos dan PLN ada pak Dahlan, dsb.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana supaya perusahaan bisa tetap bertahan, sedangkan si pemimpin utama tidak mungkin selamanya berada di perusahaan. Jawabannya adalah collective leadership, menciptakan pemimpin-pemimpin secara masif. Melalui racikan empowerment yang tepat, sehingga tercipta banyak pemimpin di setiap level organisasi.

Pemimpin ibarat tunas, ketika satu hilang harus segera diganti oleh tunas baru, jadi cadangan tunasnya harus banyak. Untuk menciptakannya diperlukan pondasi kepemimpinan untuk menopang.

Ada 4 pondasi yang membangun kepemimpinan, yang harus tertanam pada pemimpin, dari level puncak sampai level terbawah, yaitu:

  1. Visioner
    Si pemimpin mampu melihat format dan gambaran yang hendak dicapai organisasi (sesuai levelnya) dalam framework jangka panjang.
  2. Kredibilitas dan integritas
    Kredibilitas berkenan dengan kompetensi dan pengalaman. Sedangkan integritas lebih menyangkut soal ketulusan, kejujuran, komitmen dll. Dua hal tersebut adalah modal utama supaya pemimpin bisa dipercaya dan mampu menjadi role model bagi bawahannya.
  3. Energy generator dan energy transmiter
    Pemimpin di setiap level harus mampu menciptakan energi (semangat), layaknya generator, kemudian mentransfer energi tersebut ke lingkungannya.
  4. Leader creator
    Keberhasilan paripurna pemimpin adalah menciptakan pemimpin, sehingga ketika dirinya naik level atau meninggalkan perusahaan, tidak akan pernah ada vacum of power.

Dengan menguatkan 4 hal tersebut pada pemimpin di tiap level, sebuah organisasi akan lebih mungkin bertahan lama daripada jika kepemimpinan hanya tersentral pada satu orang saja. (Lw)

Disarikan dari :
Making the Giant Leap (Atmadja, 2010)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 12, 2020

Kredibilitas dan Integritas

Pernah tidak kalian merasa tidak respect pada atasan, entah ketika bekerja atau berorganisasi. Atau jangan-jangan saat ini kalian merasakan tidak mendapat respect dari anggota ? Ndak papa, ayo sedikit kita kupas.

August 13, 2020

Kebiasaan Pemimpin yang Memperkuat Budaya Perusahaan

Banyak literatur menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah faktor penting dalam membentuk budaya perusahaan. Pemimpin, apapun levelnya, adalah orang pertama yang akan dilihat pegawai terkait budaya yang mereka bawa pada perusahaan.

September 2, 2020

Blindspot kepemimpinan

Tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui bisa menjadi batu sandungan dalam menjalankan kepemimpinan bisnis. Cara kita memandang dunia berpengaruh langsung pada cara kita dalam mengelola bisnis.

Arrow-up