Reading:
Kredibilitas dan Integritas

Kredibilitas dan Integritas

June 12, 2020

Pernah tidak kalian merasa tidak respect pada atasan, entah ketika bekerja atau berorganisasi. Atau jangan-jangan saat ini kalian merasakan tidak mendapat respect dari anggota ? Ndak papa, ayo sedikit kita kupas.

Formula utama keberhasilan seorang pemimpin adalah trust (kepercayaan) dari para anggota. Tanpa trust segala ucapan si pemimpin hanya akan menjadi angin lalu saja. Then, bagaimana supaya kita, ketika memimpin, bisa mendapatkan trust tersebut?

Jawabannya adalah kredibilitas dan integritas. Kalau mau baca buku dan jurnal dari para profesor organisasi, banyak sekali arti dua kata tersebut, dan tak sedikit yang menganggap satu hal yang sama. Tapi kami coba jelaskan secara lebih sederhana saja ya. Kredibilitas itu lebih menyangkut tentang ‘head’, sedangkan integritas lebih berkaitan dengan ‘heart’.

Kredibilitas ditopang oleh dua hal, kapasitas dan hasrat untuk memimpin. Kapasitas itu contohnya pengetahuan yang dimiliki, keahlian yang dikuasai, dan pengalaman yang pernah didapat. Tentu jika menjadi anak buah, kita akan lebih bersemangat dipimpin oleh seorang ahli di bidang tersebut bukan, oleh karenanya jika saat ini kalian sedang berada di posisi pemimpin, apapun levelnya, jangan berhenti untuk belajar hal baru.

Kalau integritas, ditopang oleh tiga hal, nilai yang dianut, konsistensi tindakan, dan komitmen atas keputusan yang diambil. Contoh dari nilai yang dianut, seperti kejujuran, kedisiplinan, penghormatan pada sesama, dll. Konsistensi antara ucapan dan tindakan (walk the talk) adalah bumbu yang akan memperkuat integritas seorang pemimpin di depan anggotanya.

Ketika pemimpin sudah memiliki dua hal tersebut, kredibilitas & integritas, secara otomatis anggota yang menjadi bawahnya akan lebih bersemangat mengerjakan apa yang menjadi arahan pemimpin, seperti visi yang dibawa. Si pemimpin, tanpa harus dibuat-buat, akan terlihat berwibawa karena telah mampu menjadi role model. (Lw)

Disarikan dari:
Making the Giant Leap, (Atmadja, 2010)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 3, 2020

Sudah pantas menjadi pemimpin ?

Dalam satu kesempatan kita pasti pernah merasakan atau setidaknya melihat seorang bos yang tidak cakap dalam memimpin. Di kesempatan lain kita juga pernah bertemu atau bahkan berinteraksi langsung dengan seseorang yang mampu menginspirasi, membantu meningkatkan kapasitas diri kita dan memberi nilai tambah pada hidup kita.

by
November 16, 2020

Frustasi menjadi motivasi

Kemunduran dan kegagalan tidak akan lepas dari emosi negatif. Seorang yang baru saja kehilangan banyak uang, tertinggal dalam promosi karir, dikhianati atau gagal memenuhi target bisa merasa kecewa, frustasi dan bahkan marah

by
September 2, 2020

Blindspot kepemimpinan

Tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui bisa menjadi batu sandungan dalam menjalankan kepemimpinan bisnis. Cara kita memandang dunia berpengaruh langsung pada cara kita dalam mengelola bisnis.

Arrow-up