Reading:
Tentang Komitmen

Tentang Komitmen

June 21, 2020

Apa yang kalian rasakan ketika salah satu anggota tim tiba-tiba ‘menghilang’. Kesal, marah, atau bisa saja, yang pasti hal ini akan berefek pada kinerja tim. Tim kerja tidak ada bedanya dengan kesebelasan sepak bola, ketika satu pemain hilang maka akan ada pemain lain yang harus bekerja ekstra sebagai langkah back up.

Di sisi lain, bagaimana ketika melihat ada anggota tim yang loyal dan selalu mengerahkan kemampuan terbaiknya di kala senang dan susah. Sebagian besar kita pasti akan sangat respect, karena komitmennya tinggi pada tim, betul tidak?

Komitmen adalah sebuah kualitas karakter dimana ketika seseorang bekerja terus menerus dan bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuannya (pribadi/ bersama). Keadaan sering kali membuat emosi manusia naik dan turun, tapi tidak dengan komitmen. Jika menginginkan tim yang kokoh, dalam bidang apapun, milikilah anggota yang berkomitmen teguh. Bersama mereka seberat apapun target sangat mungkin bisa dicapai.

Berikut 4 hal penting terkait komitmen,

  1. Terlihat ketika kesulitan datang
    Komitmen seorang baru akan terlihat ketika kesulitan demi kesulitan datang menerpa. Pada kondisi semacam ini mereka yang komitmennya lemah akan mundur teratur, dan yang komitmennya kuat akan bekerja lebih keras. Orang yang berkomitmen tidak mudah untuk menyerah.
  2. Tidak bergantung pada bakat
    Komitmen tidak berhubungan dengan bakat, pernah dong kalian melihat seorang yang berbakat namun menyia-nyiakan anugerah tersebut dan berakhir menjadi orang biasa-biasa saja. Namun tidak sedikit orang dengan bakat biasa-biasa saja, karena berkomitmen pada apa yang dikerjakan akhirnya sukses luar biasa.
  3. Lahir karena pilihan
    Pilihan menentukan bagaimana seseorang menghadapi keadaan. Komitmen menentukan pilihan itu. Hidup kita ditentukan pada pilihan yang kita ambil dan bagaimana kita mempertahankan pilihan tersebut.
  4. Berdasar pada keyakinan
    Kuat lemahnya komitmen dipengaruhi oleh nilai apa yang mendasari. Nilai hidup yang kuat menjaga kualitas sebuah komitmen. Seperti seorang ayah yang tak akan menyerah banting tulang, meski sakit yang dirasa, meski lelah yang diterima, karena tanggung jawab pada keluarga adalah nilai yang mendasarinya.

Menjadi orang berkomitmen atau tidak adalah pilihan, yang nantinya menentukan besarnya respect yang akan kita terima. Jadi ketika kesulitan datang apa pilihanmu, bertahan, berkompromi atau menyerah? (Lw)

Disarikan dari:
The 17 Essential Qualities of A Team Player (Maxwell, 2002)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

July 23, 2020

Menjaga Peforma Anggota kala WFH

Di awal WFH banyak manajer yang berpikir bahwa bekerja jarak jauh hanya akan berlangsung beberapa saat saja. Nyatanya sudah hampir lima bulan berjalan ternyata kondisi belum kembali seperti semula.

June 2, 2020

Monitoring Kinerja kala WFH

Pendemi kali ini memang merubah banyak tatanan dalam kehidupan. Dalam dunia bisnis yang paling terlihat adalah perubahan pada sistem kerja dimana WFH menjadi sebuah kebutuhan.

September 1, 2020

Tips evaluasi kinerja di tahun pendemi

Evaluasi kinerja adalah even yang biasa dilakukan di akhir tahun untuk mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah diraih dan apa saja yang masih perlu diperbaiki dalam suatu periode kerja organisasi.

Arrow-up