Reading:
Membangun Kedekatan Tim

Membangun Kedekatan Tim

June 30, 2020

Nyaman ndak sih berada dalam tim yang antar anggotanya saling menjaga jarak, pastinya tidak. Bekerja itu tak beda dengan mendaki gunung, secapek apapun rasanya kalau dengan rekan yang tepat pasti tetap akan terasa membahagiakan. Tapi ketika rekan kita membosankan, meski pekerjaan baik-baik saja rasanya jenuh mudah sekali melanda.

Apabila saat ini antar anggota di dalam tim masih saling berjarak, tidak ada salahnya kita menjadi agen perubahan untuk membawa tim lebih dekat secara emosional. Caranya? Pertama, jadilah pribadi yang supel dulu. Berdasarkan KBBI supel berarti pandai menyesuaikan diri, pandai bergaul, dan luwes. Pribadi macam ini bisa membuat siapapun merasa seperti teman baiknya, meski baru kenal. Sikap supel adalah perekat yang menyatukan seluruh anggota tim.

Setelah menjadi pribadi yang supel, berikutnya apa? Beberapa hal ini bisa dicoba untuk membangun kedekatan dalam tim.

  1. Saling menghargai
    Setiap hubungan, hampir semuanya diawali dengan sikap saling menghargai. Ketika suatu momen kita bertemu dengan orang yang tidak bisa menghargai orang lain, maleskan rasanya, boro-boro jadi tim ketemu lagi saja rasanya ogah. Oleh karenanya, baiknya kita belajar untuk selalu menghargai dan menghormati setiap individu yang bersinggungan dengan keseharian kita. Menghormati tidak harus menunggu orang tersebut berbuat baik pada kita dulu lho ya.
  2. Saling percaya
    Mulailah dengan membangun kepercayaan, mulai saja dengan hal-hal kecil. Rasa percaya adalah pondasi setiap hubungan tim. Tanpa rasa saling percaya, hubungan apapun tidak akan mampu bertahan lama. Bukankah keretakan sebuah hubungan dengan pacar/ pasangan hampir selalu berawal dari adanya sikap saling tidak percaya, begitu pula tim kerja.
  3. Sama-sama senang
    Sudah disinggung di awal, mendaki gunung yang melelahkan bisa terasa amat menyenangkan. Alasannya adalah setiap orang di dalam kelompok sama-sama merasa bahagia, entah karena jokes receh atau obrolan ringan yang menyegarkan. Tantangannya, bagaimana membawa hal demikian ke dalam tim kerja.

Cobalah membuat setiap orang di dalam tim merasa istimewa. Pengakuan dan pujian tulus bisa menjadi awal. Tentu perlu dibarengi adanya sebuah timbal balik, apa yang sudah kita sebutkan tidak akan bekerja apabila satu pihak selalu memberi sedangkan pihak lainnya hanya menerima. SIKAP SALING adalah intinya. (Lw)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

August 11, 2020

Building remote team

Building team ketika posisi anggota terpisah oleh jarak memiliki tantangan yang berbeda. Ketika anggota hanya terpisah oleh bilik penyekat layaknya di kantor interaksi bisa terjadi kapanpun, pada saat bosan mengerjakan deadline, saat istirahat makan

July 3, 2020

Antusiasme Tim

Kalian pernah dengar Jember Fashion Carnaval (JFC), sebuah even pameran busana di sebuah kota di timur Pulau Jawa yang sudah mendunia. Even ini digagas oleh Alm. Dynand Fariz dan timnya di awal 2000-an, mulanya hanya even level kota kabupaten tapi hanya dalam 10 tahun sudah mampu menyedot perhatian internasional

June 16, 2020

Team Chemistry

Lebih nyaman mana, bekerja dengan orang baru dikenal atau teman lama? Apabila mereka secara kompetensi sama, sebagian besar dari kita akan memilih bekerja dengan teman yang sudah dikenal. Kenapa? Salah satu alasannya adalah 'chemistry'.

Arrow-up