Reading:
Building remote team

Building remote team

August 11, 2020

Building team ketika posisi anggota terpisah oleh jarak memiliki tantangan yang berbeda. Ketika anggota hanya terpisah oleh bilik penyekat layaknya di kantor interaksi bisa terjadi kapanpun, pada saat bosan mengerjakan deadline, saat istirahat makan siang, saling sapa di lorong atau lift, dll. Sedangkan ketika posisi anggota terpisahkan jarak interaksi-intraksi tersebut jelas tidak ada. Sehingga membangun tim yang terpisahkan oleh jarak dan juga waktu akan memiliki tantangan tersendiri.

Banyak jalan menuju Roma, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap mendapatkan tim yang solid meski jarak dan waktu memisahkan. Berikut rinciannya:

  • Miliki misi bersama

Misi yang menarik akan meningkatkan motivasi kerja meskipun mereka para anggota tidak diawasi secara langsung dalam menyelesaikan semua tanggung jawabnya. Di awal terbentuknya tim perlu dibuat atau disetujui misi yang akan menjadi ruh dalam bekerja. Tim tanpa visi seperti perahu di laut tanpa arah, seringkali motivasi anggota turun bukan karena beratnya tantangan namun tidak adanya misi yang jelas. Dari misi tim pemimpin bisa mengevaluasi capaian tiap aggota, demikian pula sebaliknya.

  • Rekrut anggota yang berkarakter sesuai

Merekrut anggota yang telah memiliki karater sesuai cara kerja pemimpin atau nilai dan budaya yang ada di organisasi cukup efektif untuk menminimalisasi konflik-konflik yang tidak perlu di masa mendatang. Yang perlu diperhatikan dari calon anggota yang nantinya diajak bergabung adalah bagaimana disiplin dirinya, etika kerjanya, dan motivasinya, sehingga meskipun bekerja secara remote mereka tetap akan mampu memberikan peforma terbaik.

  • Beri ruang untuk sharing pengetahuan

Alokasikan waktu khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan skill para anggota. Pemateri bisa dari para anggota sendiri atau mendatangkan dari luar. Dari program tersebut diharapkan anggota merasa mendapat benefit lebih, selain gaji, ketika bekerja dalam tim. Selain itu pastinya performa tim juga akan meningkat seiring bertambahnya kompetensi anggota.

  • Berikan feedback

Secara berkala berikan feedback kepada anggota, baik itu segi produktivitas, etika kerja, disipin, dll. Memberikan feedback sama dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk terus mengembangkan diri. Anggota juga akan lebih merasa terapresiasi dengan feedback tersebut, mereka dapat merasakan bahwa ternyata atasan memberikan perhatian pada mereka.

  • Akui kemenangan di depan publik

Ketika ada satu anggota yang mampu memberikan performa terbaik atau mampu menyelesaikan pemasalahan tertentu, berikan apresiasi di depan publik. Semisal saja ketika rapat daring bersama semua anggota, menyebut namanya pada momen tersebut akan meningkatkan motivasi daripada sekedar memberikan selamat secara personal.

Referensi: Inc.com



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 30, 2020

Membangun Kedekatan Tim

Nyaman ndak sih berada dalam tim yang antar anggotanya saling menjaga jarak, pastinya tidak. Bekerja itu tak beda dengan mendaki gunung, secapek apapun rasanya kalau dengan rekan yang tepat pasti tetap akan terasa membahagiakan.

June 16, 2020

Team Chemistry

Lebih nyaman mana, bekerja dengan orang baru dikenal atau teman lama? Apabila mereka secara kompetensi sama, sebagian besar dari kita akan memilih bekerja dengan teman yang sudah dikenal. Kenapa? Salah satu alasannya adalah 'chemistry'.

August 5, 2020

Membangun budaya kerja positif pada tim yang bekerja jarak jauh

Bekerja jarak jauh adalah keniscayaan untuk dihindari di masa pendemi seperti ini. Ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi ketika bekerja dilakukan secara jarak jauh (remote)

Arrow-up