Reading:
Menjaga nilai dan budaya ketika organisasi mulai bertumbuh

Menjaga nilai dan budaya ketika organisasi mulai bertumbuh

August 11, 2020

Ketika perusahaan mulai berkembang baik dari segi jumlah orang maupun kompleksitas bisnis, menjaga nilai dan budaya yang dibangun oleh pendiri agar tetap eksis adalah tantangan tersendiri. Akan sangat berbeda menjaga budaya pada organisasi yang terdiri dari tim kecil dengan organisasi yang sudah berisi ratusan bahkan ribuan orang. Jangan sampai percepatan pertumbuhan yang saat ini dicapai justru menggeser nilai dan budaya yang ada.

Ketika pemimpin merasakan ada pergeseran nilai dan budaya di tengah arus pertumbuhan, sebaiknya jangan diabaikan begitu saja. Perlu dicari tahu apa penyebab dan bagaimana memperbaikinya.

Sangat menantang memang menjaga budaya tetap kokoh ketika perusahaan sedang gencar mengejar pertumbuhan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan pemimpin organisasi untuk menjaga budaya organisasi tetap kokoh:

  1. Jaga komunikasi
    Komunikasi adalah poin utama yang mesti dijaga. Banyak konflik terjadi berawal dari komunikasi yang buruk, dan tidak sedikit permasalahan besar akan lebih mudah terselesaikan ketika komunikasi terjalin dengan baik. Jalur komunikasi antara atasan dan anggota perlu selalu dijaga keharmonisanya, sehingga nilai dan budaya ingin dipertahankan mudah diterima oleh semua anggota.
  2. Observasi
    Cukup susah untuk mengkalkulasi perkembangan budaya organisasi. Namun hal tersebut bisa diobservasi dari perilaku dan kebiasaan yang muncul dalam keseharian kerja. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah membuat poling survei anonim, dimana setiap individu bisa dengan bebas untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Sehingga manajer atau atasan bisa mengetahui pergeseran nilai dan budaya di akar rumput yang tidak nampak sekalipun.
  3. Tularkan melalui story telling
    Bercerita adalah cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai organisasi. Bisa dengan menceritakan bagaimana sejarah awal berdirinya organisasi, keberhasilan-keberhasilan yang pernah dicapai, dan bahkan kegagalan yang pernah dialami. Melalui cerita tersebut anggota dapat merasakan emosi yang terjadi saat kejadian, sehingga nilai yang ada lebih mudah dipahami.
  4. Memberi ruang untuk berdialog
    Sebagai pemimpin sebisa mungkin ciptakan kondisi dimana anggota dapat dengan mudah menyampaikan aspirasi. Banyak cara bisa dilakukan, semisal berusaha untuk menjadi pemimpin yang humanis dengan membangun empati kepada semua orang di organisasi. Hal lain yang bisa dicoba adalah secara berkala mengadakan pertemuan kecil di luar kantor, misal di kafe, dengan tim-tim berbeda.
  5. Jadilah teladan
    Penting bagi pemimpin untuk menjadi teladan. Lakukan terlebih dahulu sebelum mewajibkan kepada anggota. Sebagus dan semulia apapun sebuah nilai tanpa adanya teladan maka akan sia-sia belaka.
  6. Bangun tim juara
    Bangunlah sebuah tim juara, satu tim dulu saja. Ketika performansi tim tersebut sudah sesuai ekspektasi dalam menerapkan nilai dan budaya organisasi jadikan sebagai acuan untuk tim lain.

Referensi: Inc.com



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 7, 2020

Kredibilitas adalah Kunci

Pernahkah kalian merasakan susah sekali mendapat kepercayaan? Emm, atau di posisi tertentu rasanya kurang dianggap gitu. Kalau pernah atau sedang merasakan hal tersebut, ayo memulai untuk memperbaiki. Mulai dari mana?

August 5, 2020

Membangun budaya kerja positif pada tim yang bekerja jarak jauh

Bekerja jarak jauh adalah keniscayaan untuk dihindari di masa pendemi seperti ini. Ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi ketika bekerja dilakukan secara jarak jauh (remote)

June 9, 2020

Budaya Organisasi

Ada perusahaan yang mampu mencapai usia puluhan tahun, bahkan beberapa sudah hampir mendekati 100 tahun. Namun di sisi lain, banyak sekali perusahaan yang belum mencapai usia lima tahun sudah bubar.

Arrow-up