Reading:
Pelajaran Kepemimpinan dari CEO Airbnb

Pelajaran Kepemimpinan dari CEO Airbnb

August 11, 2020

Pendemi di sejak awal 2020 ini telah merubah banyak tatanan kehidupan, termasuk dunia bisnis. Banyak bisnis dari yang skala kecil sampai besar telah merasakan dampak pendemi, tidak sedikityang gulung tikar atau setidaknya terpaksa mengurangi pegawai demi mampu bertahan melewati krisis ini. Airbnb adalah salah satu perusahaan besar yang melakukan pengurangan jumlah pegawainya. Setidaknya 25 persen dari total pegawai, 1900 orang, harus menerima pemutusan kerja.

Sebelum mem-PHK ribuan pegawainya, CEO Airbnb mengirim email kepada para pegawai tersebut. Ada beberapa poin tentang kepemimpinan yang bisa dipetik dari email yang dikirim oleh Brian Chesky tersebut, khususnya kepemimpinan di saat krisis, berikut detailnya:

Sampaikan informasi secara terbuka

We are collectively living through the most harrowing crisis of our lifetime, and as it began to unfold, global travel came to a standstill. Airbnb’s business has been hit hard, with revenue this year forecasted to be less than half of what we earned in 2019. In response, we raised $2 billion in capital and dramatically cut costs that touched nearly every corner of Airbnb.

Today, I must confirm that we are reducing the size of the Airbnb workforce … Out of our 7,500 Airbnb employees, nearly 1,900 teammates will have to leave Airbnb, comprising around 25% of our company. Since we cannot afford to do everything that we used to, these cuts had to be mapped to a more focused business.

Dalam email yang dikirimkan, si CEO menyampaikan secara gamblang bagaimana kondisi bisnis yang dialami perusahaan. Hal ini mengajarkan bahwa dalam kondisi tersulitpun jangan sampai seorang pemimpin menutup-nutupi keadaan, hanya demi mendapat citra positif dari pihak luar. Justru menyampaikan informasi apa adanya akan memperkuat kepercayaan publik. Selain itu informasi ini juga menyiapkan mental bagi pegawai yang nantinya mendapat PHK. Akan berbeda cerita ketika secara tiba-tiba PHK dilakukan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, efek stress dari kekhawatiran para pegawai akan lebih tinggi.

Berikan empati

To those leaving Airbnb, I am truly sorry. Please know this is not your fault. The world will never stop seeking the qualities and talents that you brought to Airbnb … that helped make Airbnb. I want to thank you, from the bottom of my heart, for sharing them with us.

Meskipun para pegawai tersebut sebentar lagi tidak akan menjadi bagian dari perusahaan, tapi si CEO tetap menunjukan empatinya. Dia tidak segan untuk menyampaikan terimakasih atas segala yang telah mereka berikan kepada Airbnb. Mereka akan tetap kecewa dengan pemutusan kerja yang ada di depan mata, tapi setidaknya mereka merasa diputus secara baik-baik. Ini bermanfaat untuk mencegah hubungan buruk antara perusahaan dan eks-pegawai setelahnya. Jadi meskipun nantinya mereka berada di tempat lain, kemungkinan akan sangat kecil untuk merugikan perusahaan lama, karena mereka merasa telah dihargai jerih payahnya.

Jadilah penyemangat

I am thankful for everyone here at Airbnb. Throughout this harrowing experience, I have been inspired by all of you. Even in the worst of circumstances, I’ve seen the very best of us. The world needs human connection now more than ever, and I know that Airbnb will rise to the occasion. I believe this because I believe in you.

Tidak lupa si CEO mendorong para pegawainya untuk tetap memberikan hal terbaik dimanapun nantinya, dia bahkan meyakinkan bahwa dengan kemampuan yang mereka miliki akan banyak perusahaan lain yang siap menampung mereka. Dia mengajarkan bahwa dalam kondisi tersulitpun jangan sampai membiarkan mental pegawai jatuh.

Referensi: Inc.com



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 12, 2020

Mencetak Leader

Siapa yang tidak kenal Gudeg Yu Djum, bisnis gudeg (makanan khas Jogja) yang cabangnya ada di seantero Yogyakarta. Tahukah kalian kalau Gudeg Yu Djum ini berawal dari sebuah lapak sederhana di daerah Wijilan, dekat alun-alun utara. Dirintis sejak 1951 oleh Bu Djuwariyah alias Yu Djum itu sendiri.

November 17, 2020

7 fase membangun bisnis

Bagaimana berhasil dalam bisnis, adalah pertanyaan besar bagi mereka yang mengawali sebuah usaha. Membangun usaha bisa diibaratkan lari marathon, tidak bisa cepat dan butuh konsistensi.

by
September 2, 2020

Blindspot kepemimpinan

Tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui bisa menjadi batu sandungan dalam menjalankan kepemimpinan bisnis. Cara kita memandang dunia berpengaruh langsung pada cara kita dalam mengelola bisnis.

Arrow-up