Reading:
Kebiasaan Pemimpin yang Memperkuat Budaya Perusahaan

Kebiasaan Pemimpin yang Memperkuat Budaya Perusahaan

August 13, 2020

Banyak literatur menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah faktor penting dalam membentuk budaya perusahaan. Pemimpin, apapun levelnya, adalah orang pertama yang akan dilihat pegawai terkait budaya yang mereka bawa pada perusahaan. Meskipun tidak tertulis pegawai akan menyorot apa saja yang dilakukan pemimpin dalam kesehariaannya. Pemimpin yang mampu menjadi teladan akan lebih mudah membentuk budaya yang kuat. Teladan yang diperlihatkannya secara langsung mampu meningkatkan motivasi dan moral para pegawai. Teladan dapat dilihat dari kebiasaan si pemimpin. Nah, berikut beberapa kebiasaan yang perlu dimiliki pemimpin untuk membangun budaya organisasi yang kuat dalam perusahaan:

Turun ke bawah

Selain menjalankan tugas utama untuk menentukan kebijakan dan arah perusahaan, pemimpin sebaiknya sering turun ke bawah untuk melihat secara langsung bagamana keseharian pegawainya. Dengan turun ke lapangan setidaknya si pemimpin akan lebih tahu bagaimana pegawai bekerja, mengingat merekalah yang banyak berinteraksi dengan mitra dan pelanggan. Bagi pegawai, hadirnya pemimpin bersama mereka adalah suntikan semangat untuk meningkatkan produktivitas. Pada momen tersebut pemimpin bisa mendapatkan aspirasi dari para pegawai level bawah secara langsung, yang nantinya bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan organisasi. Sekaligus bisa menjadi evaluasi, apakah si pegawai level bawah sudah menerapkan budaya yang dibawa si pemimpin. Budaya hanya bisa dikatakan telah mengakar kuat apabila pegawai dari level eksekutif sampai akar rumput sudah menerapkan dalam keseharian kerja.

Keseimbangan kerja jangan hanya jadi wacana

Adalah impian kebanyakan orang untuk bisa bekerja di perusahaan yang bisa memberikan keseimbangan hidup. Salah satu alasan kebanyakan pegawai resign dari pekerjaan adalah karena tidak mendapat keseimbangan hidup, mereka merasa seakan waktunya habis di kantor dengan berbagai permasalahan yang tiada akhir. Terkikisnya peran sosial (di keluarga dan di masyarakat) membuat beberapa orang tidak bahagia dan stress. Sehingga ketika pemimpin membicarakan keseimbangan kerja hendaknya itu jangan hanya wacana saja. Karena ketika pemimpin terlalu banyak wacana justru akan menurunkan kepercayaan pegawai, akibatnya budaya yang dia bawa tidak akan mudah diterima.

Jangan menonjolkan satu individu

Memberikan pujian atau pengakuan pada satu individu adalah hal wajar, apalagi kalau dia memang berprestasi. Namun terlalu memberikan perhatian atau menonjolkan satu orang bisa menciptakan kecemburuan, dan itu tidak sehat dalam perusahaan. Akan lebih aman kalau penghargaan kepada individu secukupnya saja, dan lebih menekankan penghargaan kepada kelompok atau tim yang mampu mendongkrak produktivitas perusahaan.

Jujur dan terbuka

Dalam banyak hal pemimpin yang baik lebih terbuka dan jujur pada pegawainya. Kejujuran dan keterbukaan menguatkan kepercayaan. Jangan biarkan pegawai berada pada posisi kekhawatiran pada ketidakpastian karena informasi perusahaan yang teralu tertutup. Ketika dalam masa sulitpun sebisa mungkin tetap menjaga keterbukaan informasi. Ada beberapa hal yang memang harus dijaga kerahasiaanya, namun bukan berarti semua akses informasi ditutup rapat dari pegawai, apalagi sampai berbohong. Budaya yang kuat hanya bisa tumbuh di organisasi yang antara pemimpin dan pegawai memiliki rasa saling percaya.

Referensi: Inc.com



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

October 15, 2020

Visionary leader juga bisa gagal?

Seorang pemimpin yang visioner (visionary leader) secara umum dianggap sebagai kunci keberhasilan perubahan strategis sebuah perusahaan. Anggapan ini tidak salah namun tidak sepenuhnya benar

by
June 2, 2020

Belajar jadi Pemimpin Efektif, How?

Pepatah lama mengatakan, ketika sekumpulan kambing dipimpin oleh seekor harimau, maka kumpulan kambing tersebut akan menjadi segarang harimau. Kalau kata Nagabonar, seorang pengecut yang berprofesi sebagai copetpun akan turun ke medan laga dengan gagah berani ketika Jenderal Sudirman yang memimpin.

October 26, 2020

7 menit untuk mengubah hari

Hanya butuh waktu 7 menit untuk mengubah bagaimana kita menjalani hari. Jika melakukan kebiasaan sederhana ini produktivitas, sikap, dan kesehatan mental kita bisa ditingkatkan.

by
Arrow-up