Reading:
Mendorong Karyawan Terlibat Membentuk Budaya Organisasi

Mendorong Karyawan Terlibat Membentuk Budaya Organisasi

August 17, 2020

Penting bagi perusahaan untuk mendorong karyawan terus produktif, salah satunya dengan membuat mereka selalu terhubung dengan budaya organisasi. Karyawan akan lebih merasa terikat dengan budaya organisasi ketika mereka turut terlibat dalam pembentukan budaya yang ada. Alih-alih memaksakan budaya, tidak ada salahnya mendorong mereka untuk turut membentuk budaya organisasi yang sesuai dengan mereka. Kemudian, bagaimana supaya karyawan secara aktif membentuk budaya organisasi dalam berusahaan, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

Tunjukan bahwa pendapat mereka penting

Langkah pertama yang bisa dilakukan supaya karyawan merasa terlibat dalam membentuk budaya organisasi adalah dengan menunjukan pada mereka bahwa suaranya didengar. Berikan waktu untuk mereka menyampaikan pendapat, dengarkan dengan seksama. Apabila apa yang mereka sampaikan relevan berikan penghargaan. Karyawan akan merasa berharga ketika suara mereka didengar dan apa yang mereka katakan dan lakukan berkontribusi pada kemajuan perusahaan.

Memimpin dengan memberi contoh, alih-alih memaksa

Pemimpin hendanya benar-benar memegang teguh budaya yang dibawa. Sebelum mewajibkan karyawan menerapkan sesuatu sebaiknya dirinya terlebih dahulu mempraktikan dalam keseharian. Ketika pemimpin sudah melakukan apa yang mereka katakan para karyawan tanpa disuruhpun akan ikut melakukan. Berbeda ketika pemimpin hanya menwajibkan kepada karyawan, mungkin di depan atasan mereka melakukan tapi di belakang bisa jadi mereka melakukan hal sebaliknya. Secara alami karyawan lebih tertarik dipimpin orang yang mampu menjadi teladan. Sebisa mungkin kurangi cara-cara yang terkesan memaksa untuk menumbuhkan suatu budaya, lebih baik karyawan didorong untuk terlibat di dalamnya.

Dorong supaya mereka saling memberi penghargaan

Budaya perusahaan yang sudah mengakar kuat mendorong karyawan memberikan penghargaan pada sesama. Sehingga motivasi mereka yang biasanya hanya untuk menyenangakan atasan diarahkan juga supaya mendapatkan apresiasi dari sesama rekan.  Cara ini dimaksudkan supaya karyawan merasa tidak enak dengan sesama karyawan apabila tidak menunjukan peforma terbaik. Penghargaan dari sesama teman pengaruhnya bisa lebih besar daripada penghargaan resmi dari perusahaan.

Buat aktivitas yang menstimulasi obrolan ringan di luar pekerjaan

Secara rutin meski tidak harus terjadwal buat forum atau kegiatan untuk mendorong terjadinya obrolan-obrolan antar karyawan dan antara karyawan dengan atasan. Obrolan bisa banyak hal, tentang hobi, tentang keluarga dan tentang hal remah lain. Sesuatu yang nampak sepele yang bertujuan untuk merekatkan. Salah satu indikator kuatnya budaya organisasi bisa dilihat dari kohesivitas antar individu di dalamnya..

Referensi: Inc.com & HBR.org



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

June 9, 2020

Budaya Organisasi

Ada perusahaan yang mampu mencapai usia puluhan tahun, bahkan beberapa sudah hampir mendekati 100 tahun. Namun di sisi lain, banyak sekali perusahaan yang belum mencapai usia lima tahun sudah bubar.

August 11, 2020

Menjaga nilai dan budaya ketika organisasi mulai bertumbuh

Ketika perusahaan mulai berkembang baik dari segi jumlah orang maupun kompleksitas bisnis, menjaga nilai dan budaya yang dibangun oleh pendiri agar tetap eksis adalah tantangan tersendiri.

August 24, 2020

Menjaga budaya organisasi tetap lestari

Menjadi pertanyaan menarik, apakah kira-kira pendemi akan mempengaruhi budaya di banyak perusahaan. Setelah berbulan-bulan bekerja dari rumah apakah semangat kerja para karyawan menurun atau tetap bertahan seperti sebelumnya.

Arrow-up