Reading:
Menjaga Budaya Organisasi = Menjaga Citra Perusahaan

Menjaga Budaya Organisasi = Menjaga Citra Perusahaan

August 17, 2020

Beberapa tahun belakangan budaya organisasi menjadi salah satu hal yang lebih diperhatikan oleh pelaku industri organisasi dibanding beberapa dekade sebelumya. Bahkan beberapa perusahaan sudah ada departemen khusus yang mengurusi budaya organisasi. Mereka telah semakin sadar bahwa yang perlu dipuaskan dan dibuat nyaman tidak hanya pelanggan, namun juga para karyawan yang ada di dalam perusahaan.

Pada hasil survei yang dilakukan pada 1000 karyawan di US pada tahun 2018, yang dirilis di Jobvite.com, menyebutkan bahwa 13,5% dari mereka akan menerima atau menolak tawaran kerja di tempat lain karena faktor budaya organisasi. Selain itu, 30% partisipan juga mempertimbangkan budaya organisasi di perusahaan tempat mereka bekerja sebelum memutuskan untuk resign, dan 88% menyebutkan bahwa budaya organisasi menjadi faktor cukup penting dalam melamar pekerjaan baru. Survei tersebut juga mengungkap bahwa alasan karyawan tidak memutuskan resign adalah karena faktor atasan, tim, dan rekan kerja yang dapat membuat mereka nyaman. Hal ini menunjukan bahwa bagus tidaknya budaya organisasi di sebuah perusahaan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan karyawan dan daya tarik para pencari kerja.

Era informasi telah mengubah kehidupan secara radikal, saat ini seakan tidak ada celah untuk menyembunyikan sesuatu, termasuk budaya organisasi dari publik. Jangan heran ketika ada ketidakberesan dalam organisasi beritanya bisa menyebar dengan sangat cepat. Pada awal tahun 2020 sebuah perusahaan ice cream di Indonesia dikecam banyak pihak karena budaya kerja yang terlalu mengesploitasi pekerjanya, bahkan sampai menyebabkan beberapa pekerja keguguran karena kelelahan. Setelah berita tersebut menyebar luas, di media sosial ramai tagar untuk memboikot produk-produknya. Ini menunjukan bahwa budaya yang buruk bisa langsung mempengaruhi brand image di mata publik, dan tentunya sangat merugikan perusahaan. Oleh karena itu tugas pemimpin bisnis selain memastikan perusaaan senantiasa profit juga mendorong terbentuknya budaya organisasi yang positif di dalam, demi menjaga citra perusahaan.

Berikut tiga hal yang bisa dilakukan untuk menjaga budaya perusahaan tetap positif:

Visualisasikan

Tentu tidak mudah mempertahankan budaya organisasi ketika jumlah karyawan sudah mencapai ratusan atau ribuan yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu cara efektif dan efisien yang bisa dilakukan adalah dengan memvisualkan visi misi, sehingga karyawan lebih mudah memahami nilai dan budaya di perusahaan. Supaya lebih menyentuh emosi, libatkan karyawan dalam pembuatan visualisasi tersebut, misal mereka menjadi talent yang ada di vidio dan poster. Selain dapat difungsikan untuk memperkuat budaya di internal, visualisasi visi misi juga dapat memberi gambaran budaya perusahaan kepada publik.

Perkuat nilai sampai garis depan

Pastikan mereka yang berada di garis depan benar-benar memahami dan menerapkan nilai organisasi. Karyawan yang ada di garis depan adalah cermin perusahaan di mata pelanggan, dari mereka publik bisa menilai bagaimana budaya yang ada. Perlu ada program khusus yang didesain untuk mereka, bahkan akan lebih baik apabila pemimpin sering terjun ke bawah untuk melihat secara langsung bagaimana penerapan budaya yang diharapkan. Nilai yang dibawa perusahaan juga bisa diwujudkan dalam produk atau pelayanan yang langsung disentuh oleh pelanggan. Semisal beberapa perusahaan memastikan produknya ramah lingkungan sebagai perwujudan nilai perusahaan yang mendukung pelestarian lingkungan.

Dorong karyawan untuk lebih berdaya

Sebisa mungkin jangan hanya jadikan karyawan sebagai objek, berdayakan mereka supaya bisa menjadi subjek. Berdayakan mereka dengan berbagai program yang bisa meningkatkan kapasitas baik hard skill maupun soft skill. Dengan begitu mereka akan menjadi loyal pada perusahaan karena merasa diberdayakan. Meskipun nanti mereka pindah kerja, yang akan mereka ceritakan adalah hal-hal positif dan peningkatan kapasitas diri yang mereka rasakan, tentu ini akan memperkuat citra positif perusahaan di mata perusahaan kompetitor dan publik. Dorong mereka untuk menjadi orang-orang yang nantinya akan mampu menjaga citra perusahaan dan mengadvokasi langsung ketika ada kabar tidak baik tersebar.

Kalaupun saat ini budaya organisasi di perusahaanmu belum bagus dan kokoh, masih ada waktu dan akan selalu ada cara untuk memperbaikinya. Paling penting mulai dari hal-hal kecil untuk memperbaikinya. Ingat, kualitas produk sebaik apapun itu tidak akan maksimal penetrasinya ke pasar bila tidak didukung dengan citra perusahaan yang baik, dan citra perusahaan bergantung pada budaya yang ada di dalamnya.

Referensi: Inc.com & HBR.org



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

August 5, 2020

Membangun budaya kerja positif pada tim yang bekerja jarak jauh

Bekerja jarak jauh adalah keniscayaan untuk dihindari di masa pendemi seperti ini. Ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi ketika bekerja dilakukan secara jarak jauh (remote)

August 24, 2020

Menjaga budaya organisasi tetap lestari

Menjadi pertanyaan menarik, apakah kira-kira pendemi akan mempengaruhi budaya di banyak perusahaan. Setelah berbulan-bulan bekerja dari rumah apakah semangat kerja para karyawan menurun atau tetap bertahan seperti sebelumnya.

July 26, 2020

Budaya yang Mengembangkan

Setiap perintis organisasi berkeinginan supaya organisasinya memiliki reputasi baik, sehingga banyak orang tertarik untuk meniti karir dan mengembangkan diri di dalamnya.

Arrow-up