Reading:
Mendefinisikan ulang arti manajer

Mendefinisikan ulang arti manajer

by admin
August 25, 2020

Apa yang pertama kali terpikirkan ketika mendengar kata manajer? Definisi yang khas dari manajer adalah orang yang bertugas mengatur orang lain, dan terkadang dengan sedikit kebengisan yang membuat orang-orang merasa kecut dibuatnya. Di cerita film manajer digambarkan sebagai tokoh yang angkuh, melakukan pekerjaan lebih sedikit dari karyawannya, kurang kompeten, dan menjaga jarak dari karyawan lainnya. Dari pengammbara tersebut nampak bahwa banyak pihak masih melihat manajer sebagai tokoh antagonis yang dipandang negatif dalam sebuah lakon.

Beda dengan manajer, kalau disebut kata pemimpin atau leader, apa yang pertama kali terlintas? Bagi banyak orang pemimpin diartikan sebagai seorang yang menginspirasi, menyatukan berbagai macam orang dalam satu bingkai tujuan. Seorang pemimpin dicitrakan sebagai tokoh yang mampu memberikan makna dalam setiap pekerjaan, sesuatu yang berat akan menjadi menantang untuk diselesaikan. Kepemimpinan adalah karakter, bukan sekedar posisi jabatan hasil penunjukan dalam sebuah organsasi.

Manajer dan pemimpin saat ini masih sering dimaknai sebagai dua kutub yang berseberangan. Terkadang dalam pelatihan kepemimpinan si trainer sering membedakan dua hal tersebut. Dalam jangka panjang hal sederhana ini jika dibiarkan akan menjadi jebakan bagi organisasi. Karyawan akan memandang negatif jabatan manajer, karena yang ada di dalam pemikiran mereka manajer akan akan mengatur-atur tanpa mampu memberi inspirasi. Demikian pula, tanpa disadari bagi mereka yang ditunjuk sebagai manajer akan terjebak pada kebiasaan mengatur dan menekan demi tercapainya target daripada mengispirasi untuk mendorong tim mencapai sesuatu yang lebih besar.

Namun bagaimana ceritanya ketika manajer dan pemimpin menjadi dua istilah yang bisa saling menggantikan? Perubahan sederhana tersebut dapat  berdampak cukup besar pada organisasi. Ketika manajer diartikan sama dengan pemimpin maka karyawan lebih mudah merasa diberdayakan, karena si manajer pemimpin tersebut adalah orang yang mampu memberi inspirasi dan motivasi. Di sisi lain si manajer juga akan lebih merasa terberdayakan, karena mereka tidak akan lagi terjebak pada pandangan bahwa tugasnya hanya menyuruh dan mengatur karyawan untuk mekakukan tugas-tugas sesuai target seperti arahan para eksekutif. Manajer pemimpin akan mampu berkreativitas dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan memandang karyawan sebagai rekan yang harus diberdayakan.  

Organisasi yang sudah menganggap manajer sebagai pemimpin cenderung jauh lebih maju. Gagasan bahwa manajer adalah orang yang hanya duduk dan mengatur dengan paksaan sudah ditinggalkan. Manajer diartikan sebagai pemimpin, yang akan menginspirasi anggotanya dalam mencapai target perusahaan. Dengan demikian seiring waktu pandangan negatif tentang manajer akan berkurang, dan ketika mendengar kata manajer maka yang terpikir pertama kali adalah mereka yang mampu memberdayakan dan tidak ada jarak dengan orang-orang di bawahnya. Nampak sepele namun perubahan definisi dapat menggeser pola pikir yang berdampak langsung pada budaya di dalam organisasi.

Referensi: Inc.com



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 28, 2020

3 elemen kepercayaan

Sebagai pemimpin dalam suatu organisasi pastinya menginginkan kepercayaan dari para anggotanya. Kepercayaan sangat menentukan bagaimana evaluasi pada si pemimpin, ketika tingkat kepercayaan tinggi evaluasi positif yang akan didapat dan

by
September 30, 2020

Servant Leadership

Seorang pemimpin, tidak peduli dalam lingkup apa dan sudah berapa lama, dia belum menjadi pemimpin yang baik selama belum melakukan yang terbaik untuk karyawannya.

by
June 15, 2020

Kamu Bisa Menjadi Sumber Energi

Kita semua tahu bahwa matahari merupakan pusat tata surya. Gravitasi matahari membuat planet dan benda-benda langit di sekelilingnya terus berevolusi. Di bumi tempat kita berpijak, matahari adalah energi utama kehidupan.

Arrow-up