Reading:
Cara berkomunikasi yang menginspirasi

Cara berkomunikasi yang menginspirasi

September 2, 2020

Ketika ada anggota yang tidak mampu mencapai target karena manajemen diri yang kurang baik adalah wajar ketika si pemimpin/ manajernya menjadi marah, lalu memberikan seribu nasehat yang harus dijalankan untuk perbaikan si karyawan. Seakan nasehat yang meluncur dari si manajer adalah kebenaran mutlak, bahwa hanya jika melakukan hal tersebut maka si karyawan akan lebih baik. Namun ketika pesan disampaikan dengan kemarahan apakah menjamin inti pesan tersampaikan?  

Jika kamu adalah pemimpin/ manajer, berikut tips berkomunikasi supaya anggota mudah menerima pesan yang ingin disampaikan:

Berbicara dengan semangat, bukan frustasi

Dalam sebuah percakapan raut muka menentukan respon lawan bicara. Wajah yang nampak frustasi dan penuh emosi negatif membuat orang-orang sekitar merasa tidak nyaman. Hal ini mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan justru tidak tersampaikan dengan baik. Sebaliknya, raut muka bersemangat bisa membawa lawan bicara pada semangat yang sama. Semangat yang ditunjukan memudahkan orang-orang sekitar mengambil inspirasi dari setiap kata yang disampaikan. Bersemangat tidak harus menggebu ya, intinya sih raut muka yang ditampilkan menunjukan optimisme.

Bicaralah dengan bahasa lawan bicara

Kebanyakan orang berbicara dengan bahasanya sendiri dan berharap orang lain bisa paham apa yang disampaikan. Namun sebaiknya pemimpin berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami oleh para anggotanya. Pemimpin yang baik mampu masuk ke dunia orang lain untuk memahami apa yang membuat mereka bersemangat, dan berbicara dengan berpegang pada sudut pandang tersebut. Tujuan utama pemimpin adalah mengajak, sehingga semakin mudah dipahami bahasa yang digunakan semakin mudah tujuan itu tercapai.

Kesampingkan ego

Tugas pemimpin/ manajer adalah memastikan semua pekerjaan selesai dan dikerjakan dengan baik. Namun tidak sedikit dari mereka yang justru menerapkan cara-cara yang membuat anggota tidak nyaman, misal dengan memberi ancaman. Menurut penulis buku Leaders Eat Last, Simon Sineck, anggota mendamba seorang pemimpin yang mampu menghilangkan segala ancaman, kalau perlu mengorbankan kepentingan pribadinya untuk hal tersebut. Semakin cepat pemimpin/ manajer memahami hal itu semakin cepat dia akan menjadi sosok berwibawa di mata anggota. (Lw)



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 2, 2020

Komunikasi positif

Situasi buruk sering kali terjadi dalam organisasi. Ketika itu terjadi coba menggunakan kata yang lebih positif untuk memperbaiki situasi. Kata positif memang tidak akan langsung menyelesaikan permasalahan namun dapat membantu mengubah persepsi lawan bicara kita.

June 15, 2020

Kamu Bisa Menjadi Sumber Energi

Kita semua tahu bahwa matahari merupakan pusat tata surya. Gravitasi matahari membuat planet dan benda-benda langit di sekelilingnya terus berevolusi. Di bumi tempat kita berpijak, matahari adalah energi utama kehidupan.

Arrow-up