Reading:
Karakteristik hubungan dalam konseling

Karakteristik hubungan dalam konseling

by admin
September 26, 2020

Siapapun bisa menjadi konselor (orang yang memberikan konseling). Seorang teman bisa menjadi konselor untuk temannya, seorang orang tua bisa menjadi konselor untuk anaknya, demikian juga seorang atasan juga bisa menjadi konselor untuk anggota yang dia pimpin. Sejatinya konseling adalah sebuah hubungan, namun konseling memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari hubungan-hubungan lainnya. Berikut karakteristik hubungan yang terjalin dalam konseling:

Afeksi, hubungan yang terjalin antara konselor dan subjek didasari dengan afeksi. Afeksi yang terbangun menjadi basis untuk konselor dalam membantu subjek mengeksplorasi persepsi dan perasaan-perasaan yang dirasakan. Afeksi yang terjalin dapat mengurangi rasa cemas dan takut pada subjek.

Intensitas, hubungan yang intens adalah kunci terbangunnya saling terbuka antara dua pihak. Tanpa hubungan yang intens proses konseling akan terhambat dan tidak bisa mencapai apa yang diharapkan. Biasanya konseling berjalan beberapa kali, setiap pertemuan akan memperkuat hubungan yang terbangun.

Pertumbuhan dan perubahan, hubungan yang terjadi bersifat dinamis. Hubungan disebut dinamis apabila dari waktu ke waktu ada peningkatan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dengan demikian subjek bisa merasakan pertumbuhan dan perubahan yang  telah terjadi selama proses konseling.   

Privasi, pada prinsipnya dalam konseling memerlukan keterbukaan. Keterbukaan subjek tersebut sifatnya konfidensial, sehingga pihak yang berperan sebagai konselor perlu menjaga kerahasiaan seluruh informasi yang disampaikan. Ketika privasi sduah terjamin kemauan subjek untuk terbuka akan lebih besar.

Dorongan, konselor sifatnya memberikan suport pada perkembangan subjek. Konselor berperan membantu subjek menemukan keinginan-keinginannya dan mendorong untuk mewujudkannya.

Kejujuran, hubungan yang terjalin dilandasai kejujuran dan keterbukaan. Dalam konseling tidak ada sandiwara dari kedua belah pihak. Tidak ada saling menutupi kelemahan antar kedua pihak. Kejujuran adalah syarat keberhasilan konseling.

Referensi:

Counseling Theory and Practice 3rd ed, (1990), George & Cristiani.

Psikologi Konseling, (2008), Latipun.



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 27, 2020

Tahapan dalam konseling

Konseling adalah proses yang berkelanjutan, tidak mungkin satu kali bertamu tujuan dari konseling bisa tercapai. Pada umumnya konseling dilakukan beberapa kali secara bertahap, dimana setiap tahap ada target perkembangan yang diharapkan bisa dicapai.

by
September 27, 2020

Apa sih tujuan konseling?

Konseling adalah sesuatu yang umum dilakukan untuk membantu seseorang menyelesaikan masalah. Hubungan yang terbangun dalam konseling bersifat membantu (helping).

by
September 26, 2020

Prinsip konseling untuk manajer

Manajer adalah tokoh sentral dalam tim yang dia pimpin, karena dialah yang bertanggung jawab membuat target, perencanaan, mengarahkan dan melakukan kontrol pada kinerja anggotanya. Salah satu kunci keberhasilan manajer adalah mengembangkan anggotanya.

by
Arrow-up