Reading:
Kondisi yang mendukung proses konseling

Kondisi yang mendukung proses konseling

by admin
September 27, 2020

Keberhasilan proses konseling didukung oleh banyak faktor, kondisi salah satunya. Menurut Carl Rogers kondisi yang baik selama proses konseling adalah yang fasilitatif. Kondisi tersebut adalah kongruensi, penghargaan positif tanpa syarat dan empati.

Kongruensi (congruence)

Yang dimaksud kongruensi dalam konseling adalah menunjukan diri seperti adanya, terus terang, dan kesesuaian antara verbal dan non verbal. Kongruensi berkebalikan dengan kepura-puraan, karena ketika konseling berlandaskan kepura-puraan maka kepercayaan dari subjek tidak akan bisa tumbuh, padahal kepercayaan adalah kunci keberhasilan proses konseling. Ketika konselor (orang yang memberikan konseling) menunjukan dirinya apa adanya maka subjek juga akan memberanikan diri untuk terbuka dan tidak defensif. Konselor adalah model bagi subjek, jadi apa yang dilakukan konselor kemungkinan besar akan ditiru oleh subjek.

Penghargaan positif tanpa syarat (positif regard)

Penghargaan positif tanpa syarat bisa ditunjukan konselor dengan sikap hangat, positif menerima subjek tanpa harus mengharapkan pujian dari subjek. Pada prinsipnya konselor harus bisa menerima subjek dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia. Ketika kondisi ini bisa tercipta proses konseling akan lebih efektif. Penghargaan tanpa syarat bukan berarti toleran dan menyetujui segala tindakan dan kepercayaan subjek saat ini. Kondisi ini dilakukan supaya subjek secara pribadi dapat berkembang dengan tetap menerima diri dengan kekurangan dan kelebihannya.

Pemahaman penuh empati (empathetic understanding)

Empati adalah memahami orang lain dengan kerangka perasaan dan persepsi yang bersangkutan, yaitu dengan cara orang tersebut berpikir dan merasakan keadaanya. Menurut Rogers empati berarti memasukan dunia klien beserta perasaan-perasaannya ke dalam diri sendiri tanpa terhanyut olehnya. Konselor perlu mengomunikasikan secara verbal dan non verbal terkait empati tersebut pada subjek. Dengan adanya empati subjek diharapkan dapat merasakan bahwa konselor mau dan bersedia memahami dirinya.

Referensi:

Psikologi Konseling, (2008), Latipun.



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 29, 2020

Bagaimana mentorship yang efektif?

Pekerjaan di kantor selalu tidak ada habisnya, mulai dari meeting rutin, serangkaian deadline, proyek yang harus segera dijalankan dan lain sebagainya. Semua itu tentu menguras banyak tenaga dan waktu.

by
September 27, 2020

Tahapan dalam konseling

Konseling adalah proses yang berkelanjutan, tidak mungkin satu kali bertamu tujuan dari konseling bisa tercapai. Pada umumnya konseling dilakukan beberapa kali secara bertahap, dimana setiap tahap ada target perkembangan yang diharapkan bisa dicapai.

by
September 26, 2020

Asumsi dasar konseling untuk manajer

Konseling adalah salah satu metode upgrading untuk karyawan selain training. Bila training menyasar peningkatan suatu kompetensi, konseling lebih mengarah pada proses pemahaman diri untuk membantu proses pemecahan masalah.

by
Arrow-up