Reading:
Tahapan dalam konseling

Tahapan dalam konseling

by admin
September 27, 2020

Konseling adalah proses yang berkelanjutan, tidak mungkin satu kali bertamu tujuan dari konseling bisa tercapai. Pada umumnya konseling dilakukan beberapa kali secara bertahap, dimana setiap tahap ada target  perkembangan yang diharapkan bisa dicapai. Konselor (orang yang memberikan konseling) fokus pada perubahan perilaku dan kebiasaan subjek, tidak sekedar membuatnya sadar apa yang harus diubah. Ada beberapa tahapan yang bisa dijadikan acuan dalam proses konseling, sebagai berikut:

Pembuka

Pembukaan terjadi di awal proses konseling, hal ini bisa dimulai dengan mengobrolkan apa-apa yang menjadi permasalahan dan kesulitan subjek. Di sini konselor mulai menganalisis dinamika konflik yang dialami oleh subjek. Pada tahap ini konselor menunjukan kejujuran tanpa sandiwara, sesuai kenyataan yang ada pada dirinya, tanpa sikap yang defensif.

Pengembangan transferansi

Transferansi adalah pengalihan segenap pengalaman subjek di masa lalu terhadap orang-orang yang menguasainya kepada konselor. Dalam psikoanalisis transferansi adalah bagian dari hubungan yang sangat penting untuk dianalisis. Transferensi sebagai upaya analisis konselor dalam membantu subjek membedakan antara khayalan dengan realitas tantang orang yang pernah menguasainya. Pada tahap ini perasaan subjek mulai ditunjukan kepada konselor. Konselor harus menjaga jangan sampai ada terjadi kontratransferensi pada subjek.

Bekerja melalui transferansi

Tahap ini mencakup mendalami pemecahan masalah yang dicoba oleh subjek. Konselor mulai lebih dalam untuk memahami dinamika kepribadian subjek. Tranferensi membantu subjek mencapai pemahaman tentang bagaimana dirinya telah salah dalam menerima, menginterpretasikan, dan merespon pengalamannya saat ini dalam kaitannya dengan masa lalunya.

Resolusi transferensi

Tujuan pada tahap ini adalah memecahkan perilaku neurotik yang ditunjukan subjek pada konselor. Konselor mulai mengembangkan hubungan yang dapat meningkatkan kemandirian subjek, sehingga pada akhirnya terbentuk otonomi pada dirinya.

Referensi:

Psikologi Konseling, (2008), Latipun.



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

November 16, 2020

Frustasi menjadi motivasi

Kemunduran dan kegagalan tidak akan lepas dari emosi negatif. Seorang yang baru saja kehilangan banyak uang, tertinggal dalam promosi karir, dikhianati atau gagal memenuhi target bisa merasa kecewa, frustasi dan bahkan marah

by
September 26, 2020

Prinsip konseling untuk manajer

Manajer adalah tokoh sentral dalam tim yang dia pimpin, karena dialah yang bertanggung jawab membuat target, perencanaan, mengarahkan dan melakukan kontrol pada kinerja anggotanya. Salah satu kunci keberhasilan manajer adalah mengembangkan anggotanya.

by
September 27, 2020

Kondisi yang mendukung proses konseling

Keberhasilan proses konseling didukung oleh banyak faktor, kondisi salah satunya. Menurut Carl Rogers kondisi yang baik selama proses konseling adalah yang fasilitatif. Kondisi tersebut adalah kongruensi, penghargaan positif tanpa syarat dan empati.

by
Arrow-up