Reading:
Bagaimana mentorship yang efektif?

Bagaimana mentorship yang efektif?

by admin
September 29, 2020

Pekerjaan di kantor selalu tidak ada habisnya, mulai dari meeting rutin, serangkaian deadline, proyek yang harus segera dijalankan dan lain sebagainya. Semua itu tentu menguras banyak tenaga dan waktu. Bahkan terkadang hanya untuk men-charge energi saja terasa sulit. Disamping semua tugas utama tersebut kita terkadang juga memiliki tanggung jawab untuk mendampingi orang lain baik itu secara formal maupun informal.

Pendampingan atau lebih populer disebut mentorship adalah tugas sampingan yang juga menyita banyak waktu dan tenaga bila tidak efektif menjalankannya. Terus, bagaimana kita bisa melakukannya secara efektif?

Pendemi melanda saat ini seakan tiada ujung, kita perlu pandai-pandai mengatur semua tugas dan tanggung jawab secara bijak, sehingga tugas utama bisa terselesaikan dan juga tugas memberikan mentorship bisa jalan. Menjadi mentor yang efektif selain akan menghemat waktu dan energi juga bisa menumbuhkan kepercayaan diri mentee (orang yang dibimbing). Indikator proses mentorship sudah efektif adalah ketika jumlah mentee semakin banyak tapi waktu dan energi yang dikeluarkan sama atau bahkan semakin sedikit.

Dengan memberikan batasan dan ekspektasi yang jelas di awal, proses berikutnya akan berjalan lebih efektif. Menjelaskan ekspektasi dasar di awal proses adalah ketika kedua belah pihak menyampaikan ekspektasi dan batasan masing-masing. Perjanjian di awal bisa dituangkan dalam sebuah dokumen, yang nanti bisa berguna di masa mendatang. Misal saja terkait bagaimana mentee harus menyiapkan waktu dan menyelesaikan tugas yang diberikan mentor. Pada mentee dijelaskan bahwa hal ini akan memudahkan kedua belah pihak untuk mengorganisasi proses mentorship. Bagian penting yang harus disebutkan adalah berapa waktu yang akan dihabiskan, ini tergantung kebutuhan mentee. Tujuannya membuat mentee menyadari betapa berharga waktu bersama mentor, sehingga mereka benar-benar memikirkan sebelum bertemu mentor, mereka terdorong melakukan dulu sebelum benar-benar harus bertemu mentor. Di sini, mentor  diposisikan sebagai opsi terakhir ketika mentee  sudah mentok dengan usaha yang mereka lakukan.

Untuk lebih mengefektifkan waktu perlu dipertimbangkan apakah masalah bisa dipecahkan hanya dengan berkirim email saja, atau apakah waktu 60 menit bisa dipersingkat menjadi 40 menit, dsb. Selanjutnya pertimbangkan kembali bagaimana mengatur pertemuaan dengan mentee. Secara umum mentorship adalah sebuah hubungan antara dua pihak untuk membicarakan pertumbuhan profesional dan karakter. Kumpulkan mentee yang memiliki kesamaan , entah itu kesamaan karakter maupun kesamaan masalah yang dihadapi, dalam satu grup.

Selama pendemi ini bertemu tatap muka cukup beresiko, sehingga proses mentorship bisa dilakukan dalam ruang virtual. Tidak lupa memaksimalkan aplikasi pesan untuk proses selanjutnya, sehingga komunikasi dan progres tidak terputus setelah pertemuan virtual tersebut.

Sudah seharusnya mentorship tidak harus melelahkan dan menguras banyak waktu. Saling terbuka soal ekspektasi, menjadwalkan waktu bertemu secara efektif, mengonsolidasikan beberapa mentee menjadi satu grup, adalah cara yang bisa dilakukan sehingga mentorship lebih efektif.

Referensi: HBR.org



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 26, 2020

Karakteristik hubungan dalam konseling

Siapapun bisa menjadi konselor (orang yang memberikan konseling). Seorang teman bisa menjadi konselor untuk temannya, seorang orang tua bisa menjadi konselor untuk anaknya, demikian juga seorang atasan juga bisa menjadi konselor untuk anggota yang dia pimpin

by
September 26, 2020

Prinsip konseling untuk manajer

Manajer adalah tokoh sentral dalam tim yang dia pimpin, karena dialah yang bertanggung jawab membuat target, perencanaan, mengarahkan dan melakukan kontrol pada kinerja anggotanya. Salah satu kunci keberhasilan manajer adalah mengembangkan anggotanya.

by
November 16, 2020

Frustasi menjadi motivasi

Kemunduran dan kegagalan tidak akan lepas dari emosi negatif. Seorang yang baru saja kehilangan banyak uang, tertinggal dalam promosi karir, dikhianati atau gagal memenuhi target bisa merasa kecewa, frustasi dan bahkan marah

by
Arrow-up