Reading:
Menghadapi perubahan

Menghadapi perubahan

by admin
October 13, 2020

Pernahkah kamu merasakan perubahan di perusahaan, kemudian diam-diam berucap dalam hati, “ini seharusnya tidak terjadi”.

Perubahan di dalam pekerjaan adalah sebuah keniscayaan untuk dihindari. Seiring perubahan zaman mau tidak mau, cepat atau lambat akan terjadi perubahan pada perusahaan. Hanya saja perubahan di tempat kerja dapat memicu ketakutan, kebingungan, frustasi, dan rasa tidak berdaya pada karyawan. Terkadang perubahan sampai bisa menuras emosi dan fisik yang menyebabkan kelelahan,  dan berujung pada penolakan untuk melanjutkan perubahan yang direncanakan. Perubahan di sisi lain juga memiliki manfaat jika bisa berjalan dengan baik, seperti meningkatkan kemampuan adaptasi, meningatkan karir, dan meningkatkan gerak perusahaan.

Ketika perusahaan tempat kita bekerja melakukan perubahan alih-alih bersikap resisten labih baik kita bisa merangkul perubahan tersebut, berikut langkah yang bisa dilakukan untuk merangkul perubahan:

Indentifikasi sumber penolakan

Ketika kita merasa tidak cocok dengan perubahan yang ada, coba gali ke dalam diri apa yang menjadi penyebab penolakan tersebut. Semisal perubahan dikhawatirkan akan membuat kita tampak tidak kompeten. Jika itu pangkal masalahnya kita bisa merencanakan pembelajaran supaya tidak tertinggal. Atau jika perbahan tersebut akan mengganggu otonomi, kita bisa langsung mengonsultasikan pada atasan, bagaimana supaya perubahan yang akan dijalankan tidak mengganggu otonomi dalam pengambilan keputusan tertentu. Kita ikut terlibat dalam proses perubahan tersebut, karena keterlibatan akan meningkatkan kontribusi dan akhirnya berefek pada sikap penerimaan pada perubahan itu.

Cari tahu perubahan emosi yang dirasakan

Reaksi emosi kita pada perubahan sering kali mencerminkan interpretasi kita terhadap perubahan. Ketika emosi yang timbul positif maka interpretasi pada perubahan yang sedang terjadi adalah positif, demikian sebeliknya.Tanyakan pada diri sendiri, apakah emosi yang muncul pada perubahan yang ada, marahkah, frustasikah atau apa? Setelah itu tanyakan lagi pada diri, apakah yang kita yakini tersebut yang membuat kita marah dan frustasi. Hal sederhana macam ini bisa membantu mengurai ketakutan dan emosi-emosi yang sedang kita rasakan. Dengan begitu kita bisa lebih jernih melihat perubahan.

Tingkatkan pandangan positif

Segalanya nampak suram ketika perubahan yang ada tidak sesuai dengan kita. Tapi dengan cara pandang positif kita bisa memperluas kemungkinan menerima perubahan tersebut. Dengan menanyakan pertanyaan sederhana pada diri sendiri bisa meningkatkan optimisme. Semisal, peluang apa yang ada pada perubahan ini? Bagaimana kesempatan itu bisa membantu peningkatan pada diri dan orang lain?

Kita khawatir pada perubahan karena adanya perasaan takut akan kehilangan kenyamanan yang selama ini sudah didapat. Daripada fokus pada rasa takut tersebut kenapa tidak mencoba fokus pada peluang apa yang ada di baliknya. Kemampuan adaptasi yang cepat adalah sebuah keunggulan, ketika pada suatu kesempatan kamu merasa ada penolakan dalam diri pada perubahan yang terjadi, cobalah tiga teknik di atas, perubahan adalah peluang untuk meningkatkan diri.

Referensi: HBR.org



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

July 24, 2020

2 Aspek Resiliensi

Berbicara tentang resiliensi maka tidak lepas dari aspek apa saja yang ada di dalamnya. Secara umum ada dua aspek yang membangun konsep resiliensi, yaitu: kesulitan dan sikap. Mari kita kupas satu per satu.

December 8, 2020

Perilaku Curang itu Menular

Kecurangan bisa dilakukan oleh seorang karyawan yang awalnya dipandang memiliki kepribadian baik, apalagi di lingkungan dimana perilaku curang masih dianggap wajar dalam kadar tertentu.

by
October 26, 2020

7 menit untuk mengubah hari

Hanya butuh waktu 7 menit untuk mengubah bagaimana kita menjalani hari. Jika melakukan kebiasaan sederhana ini produktivitas, sikap, dan kesehatan mental kita bisa ditingkatkan.

by
Arrow-up