Reading:
Frustasi menjadi motivasi

Frustasi menjadi motivasi

by admin
November 16, 2020

Kemunduran dan kegagalan tidak akan lepas dari emosi negatif. Seorang yang baru saja kehilangan banyak uang, tertinggal dalam promosi karir, dikhianati atau gagal memenuhi target bisa merasa kecewa, frustasi dan bahkan marah.

Sebagai pemimpin semosi negatif dari anggota yang merasa kecewa atau merasa gagal tidak akan bisa dihindari. Sebagian akan memandang emosi negatif tersebut sebagai ancaman, hingga sebisa mungkin menghalau emosi tersebut sebelum menular lebih luas ke anggota tim yang lain

Namun sesungguhnya pemimpin dapat membantu anggota menyalurkan emosi negatif yang dimiliki menjadi alat ampuh untuk memotivasi dan membuka potensi. Ada energi besar yang terpendam di bawah emosi negatif. Energi tersebut netral, bisa diarahkan hal yang sifatnya merusak dan juga bisa diarahkan untuk meningkatkan produktivitas. Pemimpin bisa membantu anggota yang sedang merasakan emosi negatif untuk membuatnya menjadi lebih berdaya.

Hal pertama yang perlu diakukan adalah membantu anggota tersebut melabeli emosi yang sedang dirasakan, ingat tidak semua orang bisa dengan mudah memberi label emosi yang sedang dirasakan. Ajak mereka membicarakan apa yang sedang dirasakan, “sepertinya kamu sedang kecewa.., atau sepertinya kamu merasakan marah.., dsb.” adalah kalimat pembuka percakapan yang bisa digunakan. Tentu jangan lakukan hal ini di depan umum, cari tempat tertutup dimana kita bisa bicara dengan mereka secara pribadi.

Umumnya ketika ada orang yang sedang kecewa karena kegagalan atau karena merasa ditkhianati orang-orang yang ada di sekitar akan berusaha meredam emosi negatif yang ada. “Sabar ya…, sudah tidak apa-apa…, semua akan segera membaik…,” dsb. Hal ini justru akan menyia-nyiakan energi yang ada di balik emosi tersebut.

Ketika marah yang mereka rasakan, lihatlah kemarahan itu, arahkan kemarahan itu untuk membuat mereka melakukan sesuatu yang di luar batas biasanya. Energi yang terpendam dalam emosi itu adalah target utama, gunakan energi tersebut untuk memunculkan daya ledak yang konstruktif.

Jadilah mentor yang konstruktif. Berikan pertanyaan yang bisa memancing semangat mereka untuk bangkit, ”apa yang akan kamu lakukan untuk menebus kekecewaan atau kemarahan yang saat ini kamu rasakan?”. Tuntun mereka untuk bisa mengatakan, “saya harus bekerja lebih keras lagi, saya harus mencoba cara lain, saya akan.., dsb.” Buat emosi negatif yang ada sebagai penguat kemauan mereka untuk melakukan lebih dari apa yang biasanya dilakukan.

Kita juga bisa membantu dengan membagikan kisah atau cerita kita dalam menghadapi emosi negatif tersebut. Bagaimana kita menggunakan emosi itu untuk lebih melecut semangat juang. Ini bisa digunakan sebagai cermin bagi mereka, selain untuk menguatkan bahwa yang mereka rasakan juga pernah kita rasakan.

Cerita yang kita sampaikan supaya mereka tidak terjebak dalam emosi negatif dan mengarahkan energi yang ada untuk menyiksa diri, apalagi hingga terperangkap dalam depresi. Hindarkan mereka dari mengkritisi diri yang berlebih, yang biasanya akan berujung pada depresi. Momen tumbuh yang kita pernah rasakan bisa menjadi kompas bagi mereka supaya bangkit dari keterpurukan. Kuncinya adalah membantu mereka untuk menyadari bahwa rasa tidak nyaman yang saat ini dirasakan adalah momen untuk membuat letupan dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik dan lebih keras.

Salurkan energi yang ada menjadi aksi. Coba tanyakan perasaan tidak enak, entah itu kekecewaan atau kemarahan yang mereka rasakan itu tadi, tanyakan apa yang akan terjadi jika dalam sebulan ke depan tidak melakukan apa-apa, hanya menyesali apa yang telah terjadi. Dan tanyakan lagi apa yang terjadi jika dalam waktu yang sama melakukan banyak usaha untuk merubah keadaan, apa yang bisa dilakukan itu yang dilakukan. Biarkan mereka merenung dan mengambil tindakan sendiri, tugas kita adalah menjadi teman yang siap selalu mendukung, membantu mengbah frustasi yang mereka rasakan menjadi motivasi untuk melakukan aksi. NGU!



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

September 30, 2020

Servant Leadership

Seorang pemimpin, tidak peduli dalam lingkup apa dan sudah berapa lama, dia belum menjadi pemimpin yang baik selama belum melakukan yang terbaik untuk karyawannya.

by
July 28, 2020

Meniti Tangga Kepemimpinan

Bisa mengembangkan kapasitas dan menapaki tangga kepemimpinan adalah mimpi kebanyakan pegawai dalam meniti karir di sebuah organisasi. Maka tidak heran banyak dari mereka merasa jenuh ketika karirnya dirasa mentok

September 2, 2020

Paradigma kepemimpinan masa depan

Setiap satu dekade ada perubahan paradigma kepemimpinan dalam dunia bisnis, kesiapan pemimpin dalam menangkap dan menerapkan paradigma tersebut menentukan keberhasilan organisasi survive menghadapi perubahan.

Arrow-up