Reading:
7 fase membangun bisnis

7 fase membangun bisnis

by admin
November 17, 2020

Bagaimana berhasil dalam bisnis, adalah pertanyaan besar bagi mereka yang mengawali sebuah usaha. Membangun usaha bisa diibaratkan  lari marathon, tidak bisa cepat dan butuh konsistensi. Banyak fase yang harus dihadapi dan dilalui yang menuntut persistensi. Menjadi pengusaha tidak sekedar menemukan langkah inovatif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada atau sekedar mencari investor yang bisa mendukung pendanaan. Pada setiap fase memerlukan fokus dan pola pikir yang berbeda.  Setidaknya ada 7 fase yang perlu dilewati untuk membangun usaha yang bisa dikatakan berhasil.

Menemukan peluang. Seorang pengusaha memiliki cara pandang berbeda dalam melihat suatu situasi. Ketika menemukan masalah mereka bisa berhari-hari untuk mencari solusinya, karena mereka yakin bahwa pada setiap permasalahan terdapat peluang. Banyak pengusaha besar, contohhnya mendiang Steve Jobs dan Jeff Bezoz si pendiri Amazon, yang rela bekerja bertahun-tahun untuk menemukan peluang yang tidak banyak diendus oleh orang lain. Dan pada akhirnya mereka bisa membawa peluang yang ada menjadi bisnis yang begitu besar.

Langkah pertama. Peluang yang ada mulai diwujudkan menjadi tindakan yang nantinya menghasilkan.  Fase ini adalah fase dimana banyak orang terjebak danmentok. Langkah pertama selalu menjadi yang tersulit. Selalu ada hambatan yang membuat seorang calon pengusaha menghentikan langkah dalam percobaan pertamanya. Untuk melewati fase ini ada yang berjuang selama bertahun-tahun dan tidak sedikit yang akhirnya berhenti karena takut akan kegagalan. Mereka terjebak bahwa untuk mewujudkan apa yang ada di pikiran harus melewati validasi dari orang-orang di sekeliling. Kurang percaya diri pada kemampuan eksekusi dan orang-orang dengan pemikiran negatif adalah beberapa contoh yang bisa menghambat langkah pertama. Dunia bergerak begitu cepat hari ini, jadi jangan sampai fase ini menghambat langkah terlalu lama.

Menemukan tempat yang tepat. Temukan komunitas atau lingkungan yang dapat mendukung untuk terus berkembang. Setiap pemula memerlukan tempat yang tepat dan orang-orang yang tepat untuk bisa mencapai apa yang mereka impikan. Tidak cukup hanya berdiskusi dengan satu orang mentor, perlu ada banyak sudut pandang supaya kita bisa terus berkembang. Tempat yang bisa menyediakan hal semacam ini biasa disebut sebagai inkubator atau akselerator. Salah satu inkubator yang bisa menjadi contoh adalah Y Combinator di Silicon Valley.

Launching. Ini adalah fase dimana seorang pemula dari yang awalnya sekedar membangun produk beralih membangun bisnis. Di titik ini kita membutuhkan tim, orang-orang dengan keterampilan berbeda yang bisa saling melengkapi, yang disatukan oleh kepemimpinan. Yang terpenting bukanlah siapa yang ada di dalam tim, namun bagaimana orang-orang di dalam tim tersebut dapat bekerja sama. Budaya organisasi yang tepat adalah kuncinya. Pada titik ini pula kita perlu belajar bagaimana mendengar dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Pendanaan. Dukungan pendanaan bisa mewujudkan visi menjadi nyata. Membangun bisnis memerlukan pendanaan untuk mendukung pengembangan produk, pemasaran dan operasional sehari-hari. Untuk mendapatkan dukungan pendanaan ini seorang pengusaha memerlukan level percaya diri dan komunikasi yang berbeda dari fase sebelumnya. Ada dua pilihan, berjalan lambat dengan memanfaatkan dana seadanya atau berjalan cepat dengan melepaskan sebagian ekuitas.

Uji pasar. Melakukan serangkaian uji coba untuk mendapatkan upan balik dari pasar. Komitmen, keuletan dan kelincahan adalah kunci keberhasilan di fase ini. Kita harus bekerja keras untuk menyingkirkan berbagai hambatan dan resiko yang ada. Beberapa orang menyebut fase ini bertujuan untuk mencari kegagalan secepat mungkin untuk memperoleh keberhasilan secepat mungkin.

Ekspansi. Langkah ini bisa berarti bergerak dari lokal menjadi global, dari online menjadi offline atau sebaliknya, memperbesar organisasi melalui merger dan akuisisi, dari perusahaan privat menjadi perusahaan publik, dsb. Keberhasilan sebuah bisnis akan sangat nampak pada fase ini, keterampilan eksekusi dan kepemimpinan adalah kunci di sini. NGU!  



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

October 15, 2020

Visionary leader juga bisa gagal?

Seorang pemimpin yang visioner (visionary leader) secara umum dianggap sebagai kunci keberhasilan perubahan strategis sebuah perusahaan. Anggapan ini tidak salah namun tidak sepenuhnya benar

by
June 14, 2020

Visi Misi, Pentingkah?

Setiap organisasi, profit-non profit-pemerintahan, selalu memiliki visi misi. Entah visi misi tersebut dihayati atau sekedar pajangan dinding dan pelengkap AD ART, yang pasti keberadaannya cukup penting bagi sebuah organisasi.

June 27, 2020

Shadowing

Ketika kecil mungkin kalian pernah diajak ibu memasak di dapur, atau diajak ayah memperbaiki suatu perkakas. Sebenarnya kehadiran kita saat itu tidak memengaruhi hasil, masakan akan tetap bisa dihidangkan tepat waktu dan perkakas akan tetap selesai diperbaiki meski tanpa adanya kita. Tapi kira-kira mengapa kita saat itu dilibatkan ?

Arrow-up