Reading:
Menjadi berani

Menjadi berani

by admin
November 17, 2020

Iphone terbaru baru saja diluncurkan, dan seperti biasa banyak orang rela mengantri untuk mendapatkan gadget canggih tersebut. Apple dengan berbagai produk inovatifnya sampai kini masih begitu lekat dengan sosok Steve Job, meski sang pendiri sudah lama tiada. Terlihat begitu sukses dengan perusahaan yang dia besarkan, ternyata Steve Jobs juga pernah mengalami serangkaian kegagalan. Dia pernah dipecat dari Apple pada usia 30 tahun, selain itu produk yang dia kenalkan ke publik pernah juga gagal, seperti The Apple Lisa, Macintosh TV, dan The Apple III.

Ada banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah hidup Steve Jobs. Salah satunya adalah tentang  keberanian dalam kegagalan. Kegagalan adalah jalan yang akan mengantarkan pada kesuksesan di masa yang akan datang. Kegagalan adalah sebuah keniscayaan, keberanian dalam mengambil langkah meski peluang gagal ada di depan mata adalah yang membedakan pemimpi dan meraka yang akan berhasil.

Dalam salah satu wawancara yang dilakukan pada tahun 1994 Steve mengatakan bahwa kita harus berani menghadapi kegagalan, harus rela jatuh dan mengalami penderitaan. Jika kita takut akan kegagalan selamanya kita tidak akan pernah mencapai keberhasilan besar, katanya.

Rasa takut pada kegagalan bisa menjadi penghalang untuk melangkah lebih jauh. Rasa takut adalah penyebab utama kita berhenti bereksperimen dalam mewujudkan ide-ide dan mencoba hal-hal baru. Prokastinasi, penundaan, juga termasuk akibat dari rasa takut tersebut. Sebenarnya sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan namun karena adanya ketakutan membuat menunda menjadi pilihan. Rasa takut yang tidak terkendali menyebabkan penilaian pada diri menjadi rendah, berujung pada rasa percaya diri yang rendah.

Kegagalan adalah soal perspektif, kegagalan bisa diartikan sebagai akhir dari segalanya, tapi juga bisa juga dilihat sebagai ladang pembelajaran yang kaya untuk memulai langkah baru. Jika pilihan kedua yang dipilih maka kegagalan adalah awal dari kebangkitan.

Cara paling efektif menghadapi kegagalan adalah dengan berani menerimanya, berani menghadapinya. Tapi bila belum cukup berani berhadapan dengan kegagalan dengan melakukan lompatan yang cukup besar, mulailah dengan mereduksi pikiran-pikiran negatif yang ada di kepala. Mulai dari hal kecil tersebut kita bisa terbebas dari asumsi-asumsi negatif yang menjadi penghalang untuk maju. Melawan pikiran negatif bisa membuat kita menjadi lebih baik dalam bertumbuh. NGU!



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

October 21, 2020

Mengapa resign?

Tidak sedikit karyawan yang memanfaatkan waktu jedanya untuk bermain LinkedIn, diam-diam mencari peluang karir di tempat lain. Ada beberapa alasan mengapa seorang karyawan memutuskan untuk resign.

by
November 30, 2020

Supaya Tetap Fokus Bekerja

Apa kebiasaan kita di awal hari? Apakah mulai dari bangun, kemudian mencari gadget untuk mengecek email, scrolling-scrolling media sosial, dan tanpa terasa sudah menghabiskan waktu lebih dari 30 menit atau lebih untuk hal itu.

by
September 1, 2020

Tips evaluasi kinerja di tahun pendemi

Evaluasi kinerja adalah even yang biasa dilakukan di akhir tahun untuk mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah diraih dan apa saja yang masih perlu diperbaiki dalam suatu periode kerja organisasi.

Arrow-up