Reading:
Supaya Tetap Fokus Bekerja

Supaya Tetap Fokus Bekerja

by admin
November 30, 2020

Apa kebiasaan kita di awal hari? Apakah mulai dari bangun, kemudian mencari gadget untuk mengecek email, scrolling-scrolling media sosial, dan tanpa terasa sudah menghabiskan waktu lebih dari 30 menit atau lebih untuk hal itu. Terjebak dalam informasi yang tidak semuanya perlu kita konsumsi. Kecanduan digital adalah permasalahan bersama yang dialami oleh banyak orang. Berjam-jam kita habiskan untuk melahap informasi demi informasi yang tersajikan secara instan dan bertubi-tubi. Pada akhirnya beberapa tugas terabaikan karena kita kehabisan waktu. Tugas yang harusnya bisa diselesaikan hari itu harus ditunda esok hari, dan begitu seterusnya. Distraksi media sosial kalau tidak bisa dikendalian penggunaannya akan mempengaruhi keefektifan dalam bekerja. Mungkin beberapa dari kita merasa terjebak, dan menyadari hal itu namun sangat sulit untuk melepaskan diri. Rasanya terperangkap dalam siklus yang sama setiap harinya.

Banyak ekseutif tersandung permasalahan yang sama. Merasakan kesulitan untuk menjaga fokus dalam bekerja. Bila disederhanakan ada dua hal yang membuat kita mudah kehilangan kemampuan untuk fokus.

Pertama, kita kewalahan menghadapi distraksi aneka informasi dari media sosial yang datang tiada henti. Saat ini manusia hampir tidak bisa terpisah dari perangkat digital dalam keseharian. Keadaan ini membuat diri mengalami hiper-koneksi , dan pada akhirnya  membuat kita kehilangan fokus pada apa yang seharusnya diselesaikan.  Energi dan waktu terserap pada hal-hal yang sebenarnya tidak harus dibaca dan didengar. Kedua, kita terlalu bergantung pada rapat untuk terhubung secara formal dengan rekan dan atasan di tempat kerja. Hingga akhirnya 30 sampai 50 persen waktu terserap untuk rapat dan rapat. Jika ingin menjaga fokus dalam bekerja, dua kebiasaan tersebut harus diubah secara perlahan.

Secara pribadi maupun bisnis yang kita geluti akan mendapatkan manfaat besar jika bisa menjaga fokus dalam keseharian. Anggota tim akan lebih nyaman bekerja bersama kita dan terntunya akan berpengaruh pada pencapaian tim secara keseluruhan. Berikut kebiasaan yang bisa dibangun untuk membantu kita tetap fokus dalam bekerja.

Melatih mindfulness. Kesalahan terbesar kita kebanyakan terjadi ketika mengawali hari. Apakah kita setelah bangun langsung melihat email masuk dan notifikasi media sosial? Jika iya maka itu tidak baik menurut Emma Seppala, penulis buku The Happiness Track. Membaca email atau langsung berhadapan dengan gadget kurang baik untuk kesehatan mental. Hal ini karena dengan membuka email atau chat yang masuk di awal hari membuat kita langung terpapar dengan berbagai tekanan dari eksternal. Sebaiknya setelah bangun kita terlebih dahulu melakukan latihan mindfulness. Melakukan meditasi, atau hal lain yang tujuannya berfokus ke dalam diri selama 10 bisa meningkatkan kebahagiaan diri. Menurut Emma Seppala melakukan meditasi dapat melatih sistem syaraf untuk tetap tenang meski setiap hari terpapapar dengan sumber stres. Ketika kita tenang, kita lebih baik dalam pengambilan keputusan.

Mengorganisir pekerjaan. Kesalahan berikutnya adalah membiarkan agenda orang lain memenuhi kalender kita, terutama pagi hari. Kita sebaiknya memastikan diri sendiri memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas yang kompleks secara kreatif. Kreativitas memerlukan waktu yang cukup dan kondisi otak yang segar. Terlalu banyak distraksi membuat daya kreatif kita susah muncul. Terkadang kita yakin bahwa bisa melakukan banyak tugas secara bersamaan dengan baik, pada kenyataannya dalam satu waktu kita hanya bisa maksimal menyelesaikan satu atau dua tugas saja.

Bekerja dengan mengikuti ritme tubuh akan lebih baik. DI awal hari, ketika tubuh dan pikiran masih segar sebaiknya gunakan untuk menyelesaikan tugas yang kompleks, yang kiranya membutuhkan kreativitas maksimal. Untuk pertemuan semacam rapat dan sbagainya bisa digeser di siang atau sore hari.

Merapikan sekitar. Apakah meja kita berantakan? Bagaimana tampilan layar dan file-file komputer kita? Notifikasi yang tidak perlu di gadget juga sering membuat konsentrasi terpecah.  Hal tersebut nampak sepele dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, tapi tanpa kita sadari semua itu bisa memperlambat kerja. Merapikan semua itu bisa membantu meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Sederhanakan rapat. Maksudnya kurangi rapat yang dihadiri oleh semua tim besar. Cukup lakukan rapat dengan tim-tim kecil yang berfokus pada eksekusi. Semakin banyak orang dalam rapat akan semakin susah menjaga keefektifan dan fokus di dalamnya, dengan tim kecil lebih mudah memastikan dalam setiap rapat menghasilkan rencana eksekusi yang jelas siapa penanggungjawabnya dan timeline pelaksanaannya.

Lakukan jeda. Salah satu alasan mengapa banyak orang kehilangan fokus adalah karena tidak adanya jeda, terutama antar satu rapat ke rapat berikutnya. Pastikan dalam setiap rapat atau melakukan suatu pekerjaan setelah 40 sampai 60 menit lakukan jeda sekitar 15 menit. Gunakan waktu jeda tersebut untuk memproses, merefleksi dan membuat prioritas berikutya.

Mempertahankan fokus dalam bekerja memang bukan urusan mudah tapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Lima tips di atas bisa menjadi alternatif untuk menjaga fokus sehingga  produktivitas dalam bekerja tetap terjaga.

Never give up!



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

August 13, 2020

Kebiasaan Pemimpin yang Memperkuat Budaya Perusahaan

Banyak literatur menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah faktor penting dalam membentuk budaya perusahaan. Pemimpin, apapun levelnya, adalah orang pertama yang akan dilihat pegawai terkait budaya yang mereka bawa pada perusahaan.

September 1, 2020

Menghentikan kebiasaan jelek

Sering kita merasa terganggu karena kebiasaan jelek yang susah dihentikan. Kesulitan dalam mengubah kebiasaan dihadapi hampir setiap orang, atau setidaknya mereka pernah mengalami fase tersebut.

June 3, 2020

Menjaga Motivasi

Bekerja dalam tim yang terpisah oleh jarak menjadi tantangan tersendiri bagi para pelakunya. Contohnya mereka yang tergabung dalam riset antar negara, atau tim penjualan yang terpisah antar daerah.

Arrow-up