Reading:
Menggali Emas

Menggali Emas

by admin
December 1, 2020

Ada sebuah cerita, suatu kala ada seorang kakek yang mengkhawatirkan masa depan cucunya. Si cucu meskipun cukup cerdas namun memiliki kebiasaan ingin melakukan hal-hal secara instan. Si kakek membuat strategi supaya si cucu mau bekerja, dia memberitahu bahwa di tanah kosong yang sudah lama tak terurus terpendam emas, si kakek meminta supaya si cucu membersihkan tanah tersebut dari serakan batu dan ranting-ranting pohon yang udah berserak sekian lama.

Tanpa pikir panjang, karena iming-iming emas yang terpendam, si cucu membersihkan hamparan tanah tersebut. Setelah tanah bersih dari batu dan ranting kayu, ternyata dia belum menemukan tanda keberadaan emas.  Sang kakek kemudian meminta si cucu untuk membajak tanah tersebut dari sudut ke sudut, untuk memastikan tidak ada jengkal tanah yang terlewat. Si cucu masih percaya akan menemukan emas, kemudian membajak tiap jengkal tanah tanpa terlewatkan, dan ternyata dia belum juga menemukan emas di bawah tanah tersebut.

Dia menghadap kakeknya dan menceritakan apa yang sudah dikerjakan tapi emas belum juga di dapat. Meski belum mendapat emas, si cucu sudah bisa melihat suatu visi, bahwa tanah tersebut harus dimanfaatkan supaya usaha yang telah dilakukan tidak sia-sia. Lalu si kakek menyuruh si cucu untuk menggali lubang-lubang kecil di sepanjang tanah yang telah di bajak dan memintanya untuk menaruh biji-biji jangung. Si cucu nampaknya sudah menangkap apa yang diinginkan kakeknya, dia melakukan apa yang diperintahkan. Setelah tumbuh tunas jagung tidak lupa si cucu menyiram dan merawatnya, sampai akhirnya jagung tersebut siap untuk dipanen.

Sampai akhirnya ada seorang yang datang untuk menawar jagung siap panen tersebut, si pembeli menawarkan emas sebagai alat untuk membeli jagung-jagung itu. Dan akhirnya si cucu mendapatkan emas yang dia inginkan di awal. Emas tersebut didapat tidak secara instan seperti pikiran awal si cucu, namun melalui serangkaian proses panjang.

Cerita di atas dapat dipastikan fiksi belaka, namun ada pelajaran pentng yang bisa diambil sebagai pembelajaran bersama tentang arti kesuksesan. Terkadang hanya perlu seseorang atau hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan langkah  pertama. Setelahnya kita hanya perlu menjaga supaya terus melangkah.

Never give up!



0 Comments

Leave a Reply

Related Stories

July 24, 2020

2 Aspek Resiliensi

Berbicara tentang resiliensi maka tidak lepas dari aspek apa saja yang ada di dalamnya. Secara umum ada dua aspek yang membangun konsep resiliensi, yaitu: kesulitan dan sikap. Mari kita kupas satu per satu.

December 8, 2020

Perilaku Curang itu Menular

Kecurangan bisa dilakukan oleh seorang karyawan yang awalnya dipandang memiliki kepribadian baik, apalagi di lingkungan dimana perilaku curang masih dianggap wajar dalam kadar tertentu.

by
September 1, 2020

Menghentikan kebiasaan jelek

Sering kita merasa terganggu karena kebiasaan jelek yang susah dihentikan. Kesulitan dalam mengubah kebiasaan dihadapi hampir setiap orang, atau setidaknya mereka pernah mengalami fase tersebut.

Arrow-up